Penerapan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pembelajaran Matematika Pecahan Kelas IV SDN Darsono 04
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini dilakukan karena di latar belakangi pentingnya pembelajaran
matematika terutama pada pemahaman konsep pecahan yang masih dianggap sulit
oleh siswa di sekolah dasar. Brdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan
ditemukan bahwa aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa pada
pembelajaran matematika pecahan masih rendah, begitupun dengan aktivitas
siswa yang cenderung pasif selama pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan
dengan menerapkan PMR guna meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar
siswa dalam materi pecahan di kelas 4 SDN Darsono 4, yang terdiri dari 23 siswa.
PMR dipilih karena pendekatan ini mampu menghubungkan antara konsep
matematika denganpengalaman dari masing-masing siswa itu sendiri.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK yang dilakukan
dalam dua siklus dan tiap siklus II kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari
tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini
berfokus pada peningkatan aktivitas belajar siswa serta hasil belajar melalui
penerapan pendekatan PMR, yang menghubungkan konsep-konsep matematika
dengan situasi nyata yang relevan bagi siswa. Pengumpulan data dalam penelitian
ini dilakukan melalui metode observasi dan tes hasil belajar siswa. Observasi
digunakan untuk melihat aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung,
sedangkan tes hasil belajar dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap
materi pecahan. Penelitian dilaksanakan di SDN Darsono 4, Jember, yang terdiri
dari 23 siswa kelas 4.
Mengingat pecahan adalah salah satu materi Matematika yang dianggap
sulit oleh peserta didik, terutama siswa sekolah dasar, banyak siswa mengalami
kesulitan dalam memahami konsep pecahan. Hal ini membuat siswa cenderung
merasa bosan dan kurang tertarik pada pembelajaran Matematika. Sebagian besar
guru masih mengajar dengan contoh soal yang tidak berkaitan dengan kehidupan
sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi kurang menarik dan tidak
efektif. Diperlukan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan pengalaman
hidup siswa. Salah satu contoh yang relevan adalah dengan menggunakan konteks yang dikenal oleh siswa, seperti pengalaman atau benda sehari-hari yang mereka
jumpai. PMR diterapkan untuk mengaitkan materi pecahan dengan kehidupan
nyata siswa agar pembelajaran menjadi lebih menarik, efektif, dan bermakna.
Description
Reaploud Repository February_agus
