Gambaran Pelaksanaan Discharge Teaching and Discharge Readiness Oleh Tenaga Kesehatan Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Discharge planning merupakan bagian penting dari program keperawatan pasien. Secara umum pelaksanaan discharge planning pada pasien post partum masih belum optimal, sehingga dapat menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan pasien seperti terjadinya infeksi luka operasi dan juga nyeri. Faktor lain yang menyebabkan tidak terlaksananya discharge planning secara optimal karena lama rawat inap yang singkat membuat perawat tidak bisa memberikan pendidikan kesehatan secara baik pada pasien. Upaya pencegahan komplikasi dapat diwujudkan melalui penerapan discharge teaching and discharge readiness. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi discharge teaching dan discharge readiness pada pasien post operasi SC di Rumah Sakit Jember. Faktor-faktor yang mempengaruhi discharge readiness pasien seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, dan pendidikan. Selain itu, faktor lama rawat inap, kualitas pengajaran yang diterima, gangguan kognitif, komorbiditas, kepuasan rendah terhadap layanan kesehatan dan status sosial ekonomi juga dapat mempengaruhi discharge readiness pasien. Terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk meneliti discharge teaching yaitu konten yang diterima dan penyampaian. Sedangkan indikator untuk meneliti discharge readiness yaitu status pribadi, pengetahuan, kemampuan menyelesaikan masalah, dan dukungan yang diharapkan. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif deskriptif. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 53 tenaga kesehatan terdiri dari perawat dan bidan berjenis kelamin Perempuan yang menggunakan teknik total sampling. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah perawat dan bidan yang bekerja di ruang perawatan nifas dan bersedia menjadi responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner dalam bentuk hard file. Sebelum kuesioner disebarkan, dilakukan uji validitas menggunakan SPSS dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Didapatkan hasil semua item pertanyaan memiliki nilai rhitung > rtabel 0,422 (valid) dan nilai uji reliabilitas kuesioner QDTS sebesar 0,985 kuesioner RHDS sebesar 0,924 (reliabel karena α > 0,60). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Data usia dan pengalaman kerja disajikan dalam bentuk mean, nilai minimum dan maksimum. Sedangkan, untuk data jenis kelamin, jenjang pendidikan dan banyaknya pasien yang dipulangkan setiap harinya disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar kualitas discharge teaching dan discharge readiness disajikan dalam bentuk kategori frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas discharge teaching yang diberikan oleh tenaga kesehatan pada pasien menunjukkan kategori kualitas pengajaran tinggi sebesar (37,7%). Sedangkan variabel dicharge readiness termasuk ke dalam kategori kesiapan pulang sedang sebesar (47,2%). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan discharge teaching dan discharge readiness di rumah sakit Jember masih dalam kategori baik akan tetapi masih perlu ditingkatkan mengenai kesiapan pulang pasien. Dari penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan pasien.
Description
Reupload File Repositori 5 Februari 2026_Yudi/Rega
