Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Sitrat dan Waktu Pengasaman Terhadap Kandungan Antosianin Biji Kering Kakao Non-Fermentasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Biji kakao mengandung senyawa fenolik yang tinggi yang berkontribusi
pada karakteristik biji kakao. Antosianin termasuk senyawa fenolik yang
memberikan warna pada biji kakao. Pengasaman merupakan proses pengolahan biji
kakao non-fermentasi dengan perlakuan perendaman dalam larutan asam organik
yang dilakukan pada kondisi yang sesuai seperti pH, suhu, dan waktu. Larutan asam
organik yang digunakan yaitu asam sitrat. Pengasaman menghasilkan perubahan
warna biji kakao non-fermentasi dari warna abu menjadi merah. Penelitian ini
menggunakan variabel konsentrasi yaitu 0,01; 1; 2,5; dan 5%, serta waktu
perendaman 1, 3, dan 5 jam. Kedua variabel independent tersebut mempengaruhi
karakteristik fisikokimia biji kakao hasil pengasaman seperti perubahan warna,
kadar antosianin, gugus fungsi pada struktur, total fenol, dan aktivitas antioksidan.
Analisis warna L*, a*, dan b* menggunakan colorimeter, uji kadar antosianin
dengan metode diferensial pH, uji kandungan fenolik menggunakan metode TPC
reagen folin-ciocalteu, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, dan
analisis gugus fungsi menggunakan FTIR.
Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa adanya perubahan gugus fungsi.
Hal ini ditandai dengan adanya pergeseran, perubahan intensitas, serta luas area
puncak spektrum yaitu penurunan gugus ‒OH stretching, penurunan gugus C=O
dan peningkatan gugus ‒OH bending. Variasi konsentrasi asam sitrat dan waktu
berpengaruh terhadap perubahan warna, kadar antosianin, total fenolik, dan
aktivitas antioksidan biji kakao hasil pengasaman. Hal tersebut disebabkan hasil
analisis menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05). Warna biji kakao
yang paling optimum diperoleh pada sampel konsentrasi 5% dengan waktu
pengasaman 1 jam. Hal ini ditunjukkan nilai a* tertinggi yaitu 24,23. Nilai kadar antosianin paling tinggi diperoleh pada sampel konsentrasi 5% dengan waktu
pengasaman 5 jam sebesar 870,23 mg/kg. Penambahan konsentrasi dan lama
perendaman dalam larutan asam dapat meningkatkan indikator warna merah dan
mempertahankan kadar antosianin biji kakao non-fermentasi dari kerusakan.
Antosianin stabil dalam asam akan berwarna merah dan sukar bereaksi dengan
polifenol oksidase yang dapat menyebabkan kerusakan. Kadar antosianin memiliki
korelasi dengan nilai a* sebesar 0,942 yang menunjukkan kadar antosianin yang
tinggi akan memberikan warna yang semakin merah.
Proses pengasaman menyebabkan penurunan total fenolik dan aktivitas
antioksidan, namun masih mampu mempertahankan penurunan total fenolik dan
aktivitas antioksidan biji kakao dibandingkan proses fermentasi. Aktivitas
antioksidan banyak disumbangkan oleh kandungan fenolik karena mengandung
gugus hidroksil. Nilai total fenolik paling tinggi diperoleh pada sampel konsentrasi
0,01% dengan waktu pengasaman 1 jam sebesar 95,41 mgGAE/g. Nilai aktivitas
antioksidan paling tinggi diperoleh pada sampel konsentrasi 0,01% dengan waktu
pengasaman 1 jam sebesar 77,88%. Penurunan disebabkan adanya reaksi oksidasi
polifenol oleh enzim PPO yang dapat mendegradasi senyawa fenolik non
antosianin dalam biji kakao. Biji kakao hasil pengasaman mengalami sedikit
penurunan total fenolik dan inhibisi, sehingga masih mengandung senyawa fenolik
(antioksidan) yang cukup tinggi. Semakin banyak kandungan fenolik (antioksidan)
dalam biji kakao maka kemampuan untuk menghambat radikal bebas semakin
banyak, sehingga semakin baik dan bermanfaat bagi kesehatan konsumen. Nilai
total fenolik memiliki korelasi dengan aktivitas antioksidan sebesar 0,933 yang
menunjukkan penurunan total fenol diikuti oleh penurunan aktivitas antioksidan.
Kadar antosianin memiliki korelasi negatif dengan total fenol dan aktivitas
antioksidan yaitu sebesar -0,998 dan -0,996 yang menunjukkan peningkatan kadar
antosianin tidak diikuti oleh preservasi polifenol biji kakao.
Description
Reupload file repository 19 februari 2026_agus/feren
