Pelaksanaan Investigasi Kontak untuk Penemuan kasus Tuberkulosis oleh Kader Tuberkulosis (di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kalisat pada
Januari-Juni 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader TB yang
berjumlah 15 orang dan sampel yang digunakan dengan teknik total sampling. Data
yang digunakan adalah data primer dan pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara kepada kader mengenai perannya dalam IK. Instrumen penelitian yang
digunakan telah melalui uji validitas dan reliabilitas oleh peneliti sebelumnya.
Analisis data menggunakan analisis univariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas kader TB adalah perempuan
usia 36-55 tahun, berpendidikan terakhir SMA dan sebagai IRT. Frekuensi Peran
Kader dalam IK paling rendah yaitu pada identifikasi kontak kasus indeks,
kunjungan rumah kontak kasus, dan pelaporan sebesar 4 orang dengan peran baik
dan 11 orang sisanya dengan peran kurang baik. Hal tersebut dikarenakan awal
tahun 2023 pemegang program TB masih memberikan data kontak kasus ke seluruh
kader, akan tetapi kader desa kurang aktif dalam menjalankan perannya. Selain itu
juga terkait dengan pendanaan untuk kader desa hanya sedikit, sehingga di
pertengahan tahun 2023, data kontak kasus indeks hanya diberikan kepada kader
YABHYSA dan kader puskesmas. Frekuensi skrining TB dalam IK menunjukkan
sebesar 6 orang dengan peran baik dan 9 orang lainnya dengan peran kurang baik.
Terdapat 2 kader desa yang bekerja di pustu juga masih melakukan skrining secara
pasif. Frekuensi Penyuluhan/KIE dalam IK menunjukkan sebesar 11 orang dengan
peran baik dan 4 orang lainnya kurang baik. Penyuluhan/KIE tidak hanya dilakukan
pada saat IK saja, sehingga dari kader desa juga masih melakukan penyuluhan.
Frekuensi pendampingan dan pemantauan dalam IK menunjukkan sebesar 9 orang
dengan peran baik dan 6 orang lainnya dengan peran kurang baik.
Saran yang dapat diberikan oleh peneliti pada penelitian ini ditujukan kepada
Puskesmas Kalisat dan Kader TB. Puskesmas kalisat diharapkan dapat
mengaktifkan kembali peran kader TB dengan adanya pembagian tugas yang sesuai
dengan kesepakatan bersama antara petugas pemegang program TB dan kader TB,
menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, serta melakukan evaluasi
terhadap kinerja kader. Kader TB diharapkan dapat menjalankan perannya dengan
lebih baik lagi sesuai dengan buku pedoman teknis investigasi kontak yang sudah
ada.
Description
upload by Teddy_5/2/2026
