Uji Aktivitas Anti-Alzheimer Ekstrak Etanol Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Asetilkolinesterase (AChE) pada Serum dan Otak Mencit yang Diinduksi Skopolami
| dc.contributor.author | Bima Mandala Putra | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-05T01:25:46Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-16 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 5 Feb 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Penyakit Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif akibat defisiensi asetilkolin (ACh) di otak. Salah satu mekanisme utamanya melibatkan peningkatan aktivitas enzim asetilkolinesterase (AChE) yang menyebabkan degradasi ACh secara berlebihan. Terapi Alzheimer saat ini seperti donepezil bekerja dengan menghambat AChE, namun masih bersifat simptomatik dan memiliki keterbatasan seperti efek samping serta hambatan penetrasi ke otak. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan terapi alternatif yang lebih efektif dan aman. Kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) merupakan limbah yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan metilxantin yang memiliki aktivitas neuroprotektif dan anti-AChE. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas anti-Alzheimer dari ekstrak etanol kulit buah kakao melalui penghambatan AChE pada mencit yang diinduksi skopolamin. Model Alzheimer dibuat pada mencit jantan galur BALB/c yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif (skopolamin), kontrol positif (donepezil 3 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol kulit buah kakao dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Induksi skopolamin 1 mg/kgBB dilakukan secara intraperitoneal mulai hari ke-8 hingga ke-14. Pengukuran kadar AChE serum dan otak dilakukan menggunakan metode double sandwich ELISA pada hari ke-15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif mengalami peningkatan kadar AChE serum dan otak dibandingkan kontrol normal. Seluruh kelompok perlakuan ekstrak menunjukkan penurunan kadar AChE serum dan otak dibandingkan kontrol negatif. Pada parameter AChE otak, kelompok perlakuan 100 mg/kgBB menunjukkan penurunan kadar AChE paling signifikan dibandingkan kelompok lain dan bahkan lebih rendah dari kontrol positif donepezil. Sementara itu, kadar AChE serum menurun seiring peningkatan dosis ekstrak, meskipun tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah kakao memiliki potensi sebagai terapi anti-Alzheimer melalui mekanisme penghambatan AChE. Dosis optimal yang memberikan efek penghambatan paling baik adalah 100 mg/kgBB. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. apt. Fifteen Aprila F., S.Farm., M.Farm. Dosen Pembimbing Anggota : apt. Fransiska Maria C., S.Farm., M.Farm. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1627 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Ekstrak Etanol | |
| dc.subject | Buah Kakao | |
| dc.subject | Asetilkolinesterase | |
| dc.subject | Serum | |
| dc.subject | Skopolamin | |
| dc.title | Uji Aktivitas Anti-Alzheimer Ekstrak Etanol Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Asetilkolinesterase (AChE) pada Serum dan Otak Mencit yang Diinduksi Skopolami | |
| dc.type | Other |
