Analisis Deteksi Fraud pada Laporan Keuangan (Studi Pada Tiga Besar Klasifikasi Sektor Organisasi Korban Fraud)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Abstract

Kecurangan dalam laporan keuangan menjadi permasalahan serius yang dapat mengganggu stabilitas perusahaan dan menyesatkan pengambilan keputusan oleh pemangku kepentingan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah perusahaan yang mengalami financial distress juga memiliki kecenderungan untuk melakukan manipulasi laporan keuangan. Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara kondisi financial distress dan potensi kecurangan laporan keuangan pada tiga sektor utama korban fraud menurut laporan ACFE Global 2024, yaitu sektor pertambangan, perdagangan besar (wholesale trade), dan manufaktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Altman Z-Score untuk mendeteksi financial distress dan model Beneish M-Score untuk mendeteksi kemungkinan manipulasi laporan keuangan. Data diperoleh dari 351 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertambangan memiliki tingkat korelasi tertinggi, dengan 49 dari 69 sampel distress (71%) terindikasi melakukan fraud. Di sektor manufaktur, 29 dari 60 sampel (48%) terindikasi fraud, sedangkan pada sektor perdagangan besar, 7 dari 18 sampel (39%) menunjukkan indikasi serupa. Temuan ini menegaskan bahwa perusahaan yang berada dalam tekanan keuangan cenderung melakukan manipulasi untuk mempertahankan kelangsungan operasional dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, deteksi dini melalui analisis rasio menjadi langkah strategis dalam mengurangi risiko fraud dan meningkatkan transparansi laporan keuangan.

Description

Reuploud file repositori 10 maret 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By