Seni Bertani di Usia Lanjut: Keseimbangan Relasi Sosial Buruh Tani Lansia di Desa Lembengan Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Egy Fernando | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-19T07:24:43Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-25 | |
| dc.description | Reaploud Repository Mei 2026 :: Finalisasi Repositori File 19 Mei 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Aktivitas bertani yang masih ditekuni oleh para buruh tani lansia di Indonesia khususnya Desa Lembengan, Kabupaten Jember, menunjukkan sebuah fenomena sosial yang unik di mana mereka tetap produktif di tengah keterbatasan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses keseimbangan relasi sosial yang terjadi pada buruh tani lansia, yang dimaknai sebagai wujud "Seni Bertani". Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis difokuskan pada pemahaman terhadap pengalaman para buruh tani lansia dalam menyeimbangkan dimensi keluarga, kultural, dan ekonomi dalam kehidupan mereka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa "Seni Bertani di Usia Lanjut" merupakan fenomena yang menjangkau repertoar aspek kepetanian dan manifestasi dari rasionalitas subsistensi yang kompleks, bukan sekadar aktivitas ekonomi. Keseimbangan relasi sosial dicapai melalui dua mekanisme utama dalam kerangka teoritik Chayanov. Pertama, keseimbangan tenaga kerja-konsumen, di mana rumah tangga tani secara dinamis menyeimbangkan ketersediaan tenaga kerja melalui mobilisasi bantuan anggota keluarga dan diversifikasi pekerjaan dengan tingkat konsumsi keluarga yang harus dipenuhi. Kedua, keseimbangan antara faedah dan jerih payah, di mana makna "faedah" (manfaat) tidak hanya bersifat material, tetapi juga non-material seperti pemenuhan tanggung jawab moral, aktualisasi diri, dan menjaga martabat. Faedah non-material inilah yang mendorong para lansia untuk terus mencurahkan "jerih payah" (beban kerja) yang berat. Kesimpulannya, Seni Bertani merupakan strategi adaptif yang memungkinkan buruh tani lansia untuk mempertahankan keberlangsungan hidup dan eksistensi sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan memperluas kerangka Chayanovian pada konteks buruh tani upahan tanpa lahan di era kontemporer, serta menegaskan pentingnya faktor kultural dan psikologis dalam memahami logika ekonomi petani | |
| dc.description.sponsorship | Dosen pembimbing Utana : Drs Joko Mulyono, M.Si. Dosen pembimbing Anggota : Jati Arifiyanti, S.Sosio., M.A. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7470 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | Keseimbangan Sosial | |
| dc.subject | Faedah | |
| dc.subject | Subsistensi | |
| dc.subject | Buruh Tani | |
| dc.subject | Lansia | |
| dc.title | Seni Bertani di Usia Lanjut: Keseimbangan Relasi Sosial Buruh Tani Lansia di Desa Lembengan Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
