Pembungkaman Penyintas Kekerasan Seksual Film Silenced (2011) dalam Prespektif Patriarki Sylvia Walby
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Film Silenced (2011) karya sutradara Hwang Dong-hyuk merupakan adaptasi dari kasus nyata kekerasan seksual yang terjadi di sekolah tunarungu Gwangju Inhwa, Korea Selatan, pada periode 2000–2005. Film ini tidak hanya merepresentasikan kekerasan seksual terhadap anak-anak tunarungu, tetapi juga mengungkap bagaimana sistem yang seharusnya melindungi korban justru berperan aktif dalam membungkam suara mereka. Pembungkaman tersebut tidak datang dari satu individu, melainkan dari jaringan kekuasaan yang melibatkan institusi pendidikan, aparat hukum, dan norma budaya yang mengakar. Fenomena inilah yang menjadi fokus penelitian ini: bagaimana pembungkaman penyintas kekerasan seksual direpresentasikan dalam film Silenced (2011) melalui perspektif patriarki Sylvia Walby. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks sinematik melalui teknik observasi non-partisipan. Film ditonton secara berulang untuk mengidentifikasi adegan yang merepresentasikan pembungkaman, kemudian direduksi menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan menggunakan struktur patriarki Sylvia Walby sebagai kerangka utama, dengan struktur negara dibaca secara lebih luas untuk mencakup jaringan otoritas institusional yang melintasi gender. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga adegan kunci yang merepresentasikan pembungkaman penyintas secara eksplisit. Pertama, aparat kepolisian membocorkan laporan korban kepada pihak sekolah sehingga ketiga korban mendapat pembalasan pemukulan lebih keras ini mencerminkan struktur Negara Walby yang gagal berfungsi netral. Kedua, penyuapan dimediasi oleh profesor sebagai figur otoritas yang dipercaya Kang In-ho untuk menekan pembela korban secara tidak langsung ini mencerminkan struktur Budaya Walby yang mengeksploitasi norma kepercayaan sosial. Ketiga, ancaman pembunuhan dari kepala sekolah kepada Yeon-doo melibatkan jaringan otoritas sehingga adegan ini mencerminkan manifestasi lain dari struktur Negara Walby.
Description
Finalisasi Oktober 2026_Yudi
