Pengaruh Terapi Swedish Foot Massage Terhadap Tekanan Darah Dan Nadi Pada Pasien Dengan Hipertensi di RS Baladhika Husada Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Hipertensi atau yang biasa disebut dengan tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat terjadi pada semua usia. Hipertensi merupakan keadaan dinama terjadi peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang terus menerus ≥140/90 mmHg. Hipertensi mejadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskuler seperti infark miokard, stroke dan komplikasi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di RS Baladhika Husada Jember pada bulan Oktober 2018, hipertensi merupakan 10 penyakit terbanyak dari bulan Januari 2018 sampai bulan September 2018 dengan jumlah kunjungan sebanyak 1200 kunjungan pasien dengan hipertensi. Selama 9 bulan terakhir bulan Agustus 2018 merupakan bulan dengan kunjungan hipertensi terbanyak yaitu 224 kunjungan. Data yang di dapat dari Rekam Medik selama bulan Januari 2018 hingga September 2018 sebanyak 83 pasien dengan hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu penatalaksanaan secara nonfarmakologis pada hipertensi adalah terapi Swedish foot massage. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Swedish Foot Massage terhadap tekanan darah dan nadi pada pasien dengan hipertensi di Rumah Sakit Baladhika Husada. Penelitian ini menggunakan quasy experiment design dengan metode two group pre-post design. Sampel berjumlah 20 responden yang diperoleh dari simple random sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok 10 responden pada kelompok intervensi dan 10 responden pada kelompok kontrol. Peneliti menggunakan Sphygmomanometer air raksa dengan merk one med, stetoskop, stopwatch atau jam tangan, dan lembar observasi sebagai alat pengumpulan data. Kelompok perlakuan diberikan terapi Swedish foot massage selama 3 hari berturut turut selama 15-20 menit untuk setiap responden. Peneliti menggunakan uji statistik Wilcoxon, T-test dependent, Mann Whitney dan T-test independent. Uji statistik Wilcoxon dan T-test dependent digunakan untuk menganalisis perbedaan rata-rata tekanan darah dan nadi pretest dan posttest pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, sedangkan uji statistic Mann Whitney dan T-test independent digunakan untuk menganalisis perbedaan rata-rata tekanan darah dan nadi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji Wilcoxon kelompok intervensi pada tekanan darah sistol dan diastol didapatkan nilai p 0,004 dan p 0,008, sedangkan pada nadi menggunakan uji T-test dependent dan diperoleh nilai p 0,001. Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata tekanan darah dan nadi pada kelompok intervensi. Hasil uji Wilcoxon kelompok kontrol pada tekanan darah dan nadi didapatkan nilai p 0,480 untuk tekanan darah sistol, p 0,257 untuk tekanan darah diastol, dan p 0,180 untuk nadi. Berdasarkan uji tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata tekanan darah dan nadi pada kelompok kontrol. Hasil uji Mann Whitney pada tekanan darah sistol dan diastol didapatkan nilai p 0,000 dan p 0,010, sedangkan pada nadi menggunakan uji T-test independent dan diperoleh nilai p 0,000. Berdasarkan uji tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata tekanan darah dan nadi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil dari uji statistik, dapat disimpulkan bahwa terapi Swedish foot massage berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah dan nadi pada pasien dengan hipertensi. Penurunan darah dan nadi terjadi karena vasodilatasi pembuluh darah, dan respon nyaman serta rileks yang diakibatkan oleh terapi Swedish foot massage. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan dalam menangani hipertensi.

Description

Reupload Repositori File 11 Mei 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By