Disharmonisasi Pengaturan Hilirisasi bagi Industri Tambang dengan Kewajiban Pemenuhan Persyaratan Green Taxonomy untuk Investor

dc.contributor.authorMohammad Misbaqul Arfah
dc.date.accessioned2026-03-14T03:25:41Z
dc.date.issued2025-02-25
dc.descriptionReupload file repositori 04 Mar 2026_Maya
dc.description.abstractIndonesia sebagai negara kaya sumber daya alam, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan sumber daya tersebut untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan. Adapun, tantangan muncul ketika regulasi hilirisasi berbenturan dengan tuntutan green taxonomy yang mengharuskan industri mempertimbangkan dampak lingkungan. Ketidakpastian regulasi dan tumpang tindih kebijakan antara berbagai lembaga pemerintah menciptakan ketidakjelasan yang dapat mengurangi kepercayaan investor. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa masalah utama yang muncul akibat disharmonisasi antara pengaturan hilirisasi dan kewajiban green taxonomy. Adapun, beberapa isu utama adalah ketidakpastian regulasi yang dapat mengurangi kepercayaan investor. Ketidakjelasan dalam kebijakan dan tumpang tindih antara regulasi yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga pemerintah menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi investasi. Penelitian menunjukkan bahwa negara-negara dengan pengaturan yang jelas dan terintegrasi cenderung memiliki tingkat investasi hijau yang lebih tinggi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah peneliti menggunakan tipe penelitian yuridis normatif (legal research) dengan pendekatan statute approach dan conceptual approach. Lebih lanjut, penelitian ini membahas mencakup penyelarasan sistem hilirisasi bagi industri tambang, peningkatan kapasitas lembaga sertifikasi industri hijau, serta promosi investasi berkelanjutan oleh pemerintah. Selanjutnya, monitoring dan evaluasi berkala serta kerjasama internasional juga diharapkan dapat mendukung penerapan praktik keberlanjutan di sektor tambang. Strategi untuk melibatkan semua pemangku kepentingan, diharapkan kebijakan yang dihasilkan menjadi lebih relevan dan inklusif, sehingga mendukung transisi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman dan implementasi pengaturan hilirisasi yang berkelanjutan di sektor tambang Indonesia.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H. DPA: Ajeng Pramesthy Hardiani Kusuma, S.H., M.Kn.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5353
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Hukum
dc.subjectPengaturan Hilirisasi
dc.titleDisharmonisasi Pengaturan Hilirisasi bagi Industri Tambang dengan Kewajiban Pemenuhan Persyaratan Green Taxonomy untuk Investor
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
MOHAMMAD MISBAQUL ARFAH - 210710101008.pdf
Size:
1.24 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: