Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan di Dusun Mandaran 1, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Sektor perikanan laut sebagai bagian dari pekerjaan informal berpotensi besar di Indonesia dengan luas perairan 6,4 juta km², termasuk Jawa Timur yang memiliki kekayaan laut seluas 5.202.579,34 Ha. Jumlah nelayan nasional mencapai 2.773.538 orang dan 242 ribu di antaranya berada di Jawa Timur. Salah satu sentra aktivitas nelayan yakni TPI Puger di Kecamatan Puger yang memiliki 3.000 armada, lebih dari 6.000 nelayan, dan hasil tangkapan 8–10 ton setiap harinya, dengan mayoritas nelayan berasal dari Desa Puger Kulon (1.287 orang). Data menunjukkan sektor perikanan menempati urutan ketiga tertinggi kasus kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) sebesar 17,3% atau 115.724 kasus, di mana nelayan berisiko 20–30 kali lebih tinggi mengalami PAK khususnya dermatitis kontak yang menempati persentase global 50–60% dan didominasi dermatitis kontak iritan (80% dari kasus), sebagaimana tercermin di Jawa Timur dengan prevalensi 64,6% serta peningkatan jumlah kasus di UPTD Puskesmas Puger tahun 2002-2024, yang utamanya disebabkan paparan bahan iritan seperti air laut berkadar natrium klorida tinggi, lingkungan kerja lembap, kebersihan diri yang kurang, usia, penggunaan APD yang rendah, serta riwayat alergi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak iritan pada nelayan di Dusun Mandaran 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif jenis analitik observasional. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan pada nelayan di Dusun Mandaran 1, Desa Puger Kulon, Kecamatan Jember. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 78 nelayan yang diambil dengan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh tenaga kesehatan. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikan p<0,05 untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak iritan pada nelayan di Dusun Mandaran 1, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Variabel yang dinilai meliputi faktor individu (usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir), faktor personal hygiene, faktor genetik (riwayat penyakit kulit dan riwayat alergi), serta faktor pekerjaan (masa kerja, durasi kerja, dan pekerjaan tambahan). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi DKI sebesar 6,5% pada nelayan di Dusun Mandaran 1 dengan mayoritas nelayan berusia >55 tahun atau 42,3% berusia. Mayoritas nelayan berjenis kelamin laki-laki (87,2%) dengan pendidikan terakhir terbanyak ialah menengah (47,4%) atau bertamatan SD/SMP. Lebih dari setengah pekerja memiliki personal hygiene kurang baik (73,1%). Sebanyak 60% nelayan tidak memiliki riwayat penyakit kulit sebelumnya dan 84,6% nelayan juga mengaku tidak memiliki alergi bersentuhan ataupun mengonsumsi hewan laut tertentu. Selain itu, mayoritas nelayan bekerja >2 tahun (83,3%), bekerja >8jam per harinya (52,6%), dan hanya bekerja sebagai nelayan (83,3%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara riwayat penyakit kulit (p=0,008), masa kerja (p=0,030) dan durasi kerja (p=0,035) dengan kejadian DKI. Sebaliknya, variabel usia (p=0,368), jenis kelamin (p=0,506), pendidikan (p=0,256), personal hygiene (p=0,198), riwayat alergi (p=0,423), dan pekerjaan tambahan (p=0,391) tidak berhubungan secara signifikan dengan dermatitis kontak iritan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat diberikan kepada nelayan adalah meningkatkan kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan diri dan secara aktif menggunakan alat pelindung diri yang sesuai. UPTD Puskesmas Puger juga diharapkan dapat melakukan pendidikan kesehatan berbasis komunitas/kelompok nelayan, pendidikan peer education, serta menggunakan media visual dan demonstrasi terkait pencegahan penyakit kulit pada nelayan. Bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor lingkungan untuk mengetahui bahan kontaktan, tingkat kelembapan, ataupun bahan kimia apa saja yang terdapat di sekitar perairan Puger.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 26

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By