Optimalisasi Penerimaan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Kabupaten Jember masih menghadapi tingkat ketergantungan fiskal yang tinggi
terhadap dana transfer pemerintah pusat, dengan realisasi PAD tahun 2025 sebesar
1,058 triliun atau 22,6% dibandingkan perolehan dari pendapatan transfer sebesar
Rp3,63 triliun atau 77,4%. Melalui pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
(UU HKPD), pemerintah daerah dituntut memperkuat kemandirian fiskal salah
satunya melalui instrumen Opsen Pajak Kendaraan Bermotor. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penerimaan Opsen PKB dalam rangka
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan
model Miles, Huberman, dan Saldana serta menggunakan konsep optimalisasi
pajak daerah menurut Sutedi (2008) yang mencakup lima dimensi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dimensi memperkuat proses pungutan telah berjalan optimal
melalui mekanisme split payment dan rekonsiliasi digital berbasis SIPOPDA.
Dimensi efisiensi administrasi juga berjalan optimal melalui digitalisasi
menggunakan aplikasi SIAPP Pemda. Sementara itu, tiga dimensi lainnya belum
optimal, yaitu perluasan basis penerimaan yang terhambat oleh kewenangan data
objek PKB di Bapenda Provinsi, dengan kesenjangan sekitar 48,5% antara populasi
kendaraan menurut BPS dan objek pajak aktif; pengawasan terkendala
ketergantungan kewenangan operasi gabungan pada Polri sehingga realisasinya
hanya satu hingga tiga kali per bulan; dan perencanaan anggaran belum berorientasi
pada hasil karena alokasi terbesar dari dana sinergi pendanaan Rp4 miliar diarahkan
pada tax reward yang belum pernah terlaksana. Meskipun demikian, Opsen PKB
berkontribusi terhadap PAD dengan realisasi Rp100,7 miliar atau 111,70% dari
target pada tahun pertama penerapannya, mendorong total PAD Kabupaten Jember
meningkat 36,77% menjadi Rp1,05 triliun. Kesimpulannya, optimalisasi Opsen
PKB di Kabupaten Jember belum sepenuhnya optimal dan memerlukan penguatan
pada koordinasi data lintas instansi, intensifikasi operasi gabungan dan sosialisasi,
serta perlunya memprioritaskan anggaran ke kegiatan yang berdampak langsung
terhadap penerimaan daerah.
Description
FINALISASI oleh Agus 13 Juli 2026
