Hubungan Health Literacy dengan Tingkat Risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada Pasien Obesitas Di Poliklinik Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan salah satu penyakit kronis dimana terjadi henti napas saat tidur karena adanya penyumbatan jalan napas baik secara parsial maupun total selama ≥ 10 detik sehingga mengalami fragmentasi tidur. Kejadian OSA mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas dimana 80% diantaranya masih belum terdiagnosis dengan baik. Permasalahan ini dipengaruhi oleh rendahnya kemampuan health literacy individu yang berdampak pada kurangnya pengetahuan terkait faktor risiko, gejala, dan akses layanan kesehatan sebagai sarana skrining dan tatalaksana dari OSA. Peneliti bertujuan untuk menganalisis hubungan health literacy dengan tingkat risiko obstructive sleep apnea (OSA) pada pasien obesitas. Penelitian ini merupakan studi korelasional yang menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Perhitungan sampel dilakukan menggunakan aplikasi G*Power dan didapatkan jumlah sampel yaitu 112 responden. Pengambilan data penelitian dilakukan tanggal 25 Maret – 26 April 2024. Pengambilan data untuk health literacy menggunakan kuesioner Health Literacy Survey Europe 16 Questionnaire (HLS-EU-Q16) dan untuk tingkat risiko OSA menggunakan kuesioner berlin. Health literacy dikategorikan menjadi inadequate, problematic, dan sufficient. Tingkat risiko OSA dikategorikan menjadi risiko rendah dan risiko tinggi. Penelitian ini menggunakan uji analisis statistik Kendall’s Tau C dengan tingkat kepercayaan 95% (a < 0,05) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk tingkat health literacy didapatkan bahwa sebanyak 22 responden (19,8%) memiliki kategori inadequate, 61 responden (55,0%) memiliki kategori problematic, dan 28 responden (25,2%) memiliki kategori sufficient. Untuk tingkat risiko OSA didapatkan sebanyak 99 responden (53,2%) kategori risiko tinggi OSA, dan 52 responden (46,8%) kategori risiko tinggi OSA. Hasil uji statistik Kendall’s Tau C menunjukkan nilai p value = 0,000 atau p < 0,05 yang artinya hipotesis alternatif (Ha) diterima atau terdapat hubungan antara health literacy (HL) dengan tingkat risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada pasien obesitas. Nilai koefisien korelasi yaitu 0,651 yang diinterpretasikan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah health literacy maka semakin tinggi risiko OSA. Health literacy berkaitan dengan pengetahuan individu terkait suatu penyakit yang akan mempengaruhi status kesehatannya dan kemampuan dalam menggunakan akses layanan kesehatan. Health literacy yang tidak memadai akan membatasi kemampuan individu untuk mengenali tanda dan gejala dan faktor risiko OSA sehingga menyebabkan individu cenderung tidak mencari pertolongan medis terhadap gejala yang timbul. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan dalam diagnosis OSA dan perawatannya sehingga gejala sleep apnea memburuk atau meningkatkan risiko tinggi OSA dan jika tidak segera mendapat perawatan akan menyebabkan komplikasi. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara health literacy dengan tingkat risiko obstructive sleep apnea (OSA) pada pasien di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember. Hal ini menunjukkan bahwa health literacy merupakan faktor penting dalam mencegah peruburukan gejala OSA. Mengkaji tingkat risiko OSA pada pasien obesitas dan memberikan intervensi untuk meningkatkan health literacy sangat penting untuk mencegah perburukan gejala OSA. Bagi perawat, untuk meningkatkan health literacy individu dapat diwujudkan dengan memberikan intervensi berupa edukasi kesehatan terkait tanda gejala, faktor risiko, dan penatalaksanaan suatu penyakit yang dapat meningkatkan pengetahuan sehingga menekan risiko tinggi OSA

Description

Reupload file repository 24 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By