Hubungan antara Perilaku Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan Sikap Profesional Guru SDN di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Guru adalah tenaga profesional yang memiliki peran dalam melaksanakan
sistem pendidikan nasional serta mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Seorang
guru hendaknya memiliki sikap profesional. Sikap profesional guru adalah sebuah
sikap yang menunjukkan seorang guru memiliki kompetensi yang menjadi syarat
melaksanakn tugasnya dalam dunia pendidikan serta pembelajaran. Upaya
meningkatkan mutu pendidikan melalui sikap profesional guru, kepala sekolah
memiliki wewenang menjadi seorang supervisor. Tugas kepala sekolah yaitu
melaksanakan supervisi akademik yang merupakan bentuk pengawasan dalam
upaya membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya untuk mencapai
tujuan akademik atau mengembangkan sikap profesionalnya. Hasil observasi awal
yang dilaksanakan di 4 sekolah dasar oleh penulis yaitu terdapat dua kepala sekolah
yang melaksanakan supervisi akademik setiap satu bulan sekali, satu kepala sekolah
yang melaksanakan supervisi akademik setiap dua atau tiga bulan sekali dan satu
kepala sekolah yang melaksanakan supervisi akademik setiap satu semester sekali.
Beberapa sekolah masih kekurangan guru yang terlah tersertifikasi atau PNS dan
PPPK.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan
angket. Peneliti menggunakan 63 sampel dari jumlah populasi kepala sekolah dan
guru di SD Negeri di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Sebelum angket
digunakan, dilakukan pengujian yaitu uji validasi ahli, uji validitas empirik dan uji
reliabilitas. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 – 15 Oktober 2024 di
SD Negeri di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan 63
sampel yang meliputi 21 kepala sekolah dan 42 guru. Hasil penelitian menyatakan
bahwa kedua variabel berdsitribusi normal karena diperoleh nilai 0,054 yaitu lebih
besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Pengujian selanjutnya
adalah uji linieritas data yang hasilnya menunjukkan 0.091 dan dapat dinyatakan
bahwa data bersifat linier.
Analisis selanjutnya adalah uji koefisien korelasi yang menghasilkan nilai
sebesar 0,216. Hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa kedua variabel berkorelasi
rendah. Perhitungan koefisien korelasi juga dilakukan untuk tiga indikator angket
perilaku supervisi akademik kepala sekolah yang menghasilkan pearson corelation
0,345 ; 0,82 dan 0,242. Masing-masing hasil tersebut menunjukkan bahwa
berkorelasi rendah, sangat rendah dan rendah.
Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui hipotesis pada penelitian ini
ditolak atau diterima. Pada penelitian ini ditemukan bahwa jika r xy < r
tabel dan dapat dinyatakan bahwa tidak ada hubungan positif yang signifikan antara perilaku
supervisi akademik kepala sekolah dengan sikap profesional guru SDN di
Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember.
Penghitungan koefisien determinasi memperoleh hasil sebesar 11,97%.
Maka, supervisi akademik berkontribusi sebesar 11,97% dengan sikap profesional
guru. Faktor lainnya sebesar 88,03% dan dapat dikatakan bahwa semakin baik
supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah maka semakin baik juga
sikap profesional guru.
Hasil pengujian diatas terjadi karena kurangnya perilaku kolaboratif kepala
sekolah yaitu menawarkan model atau strategi pembelajaran yang perlu diperbaiki
dan memeriksa serta menelaah buku pedoman guru dan teks pembelajaran yang
digunakan oleh guru. Hal ini dibuktikan dengan terdapat empat kepala sekolah yang
kadang melakukan pemeriksaan dan penelaahan buku pedoman guru dan hal ini
sering tidak dilakukan. Selain itu, terdapat tiga kepala sekolah yang kadang melakukan tetapi sering tidak melakukan pemeriksaan dan penelaahan buku teks
pelajaran dan hal ini sering tidak dilakukan.
Description
Reupload file repositori 2 februari 2026_Kurnadi
