Kepuasan Petani Padi Terhadap Layanan Hippa Sumber Makmur di Desa Pakusari Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Pakusari merupakan kecamatan yang berada di Kabupaten Jember dengan dominansi lahan pertanian pangan terutama pada komoditas padi. Pakusari juga menjadi salah satu kecamatan yang turut menjadi penyumbang produksi padi di Kabupaten Jember. Luas Kecamatan Pakusari yaitu kurang lebih 29,11 km2 yang terdiri dari 7 desa diantaranya Desa Kertosari, Desa Pakusari, Desa Jatian, Desa Subo, Desa Sumberpinang, Desa Bedadung, dan Desa Patemon. Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember, luas lahan tanaman padi sendiri di Kecamatan Pakusari mencapai 3.444 ha. Produksi padi dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan yaitu tahun 2022 sebesar 20.514 ton, namun pada tahun 2023 turun menjadi 19.380,10 ton. Hal ini merupakan penyebab dari perubahan cuaca yang tidak menentu. Permasalahan cuaca menjadi dampak yang tengah dirasakan oleh para petani padi di Kecamatan Pakusari. Ketidakpastian siklus air menjadi masalah penting yang sangat berpengaruh pada keberlangsungan produktivitas lahan pertanian, mengingat air merupakan faktor utama pendukung kegiatan on farm. Himpunan Petani Pemakai Air memiliki tanggungjawab dalam menghimpun kebutuhan air bagi para anggotanya.
HIPPA Sumber Makmur merupakan Himpunan Petani Pemakai Air yang mengatur persediaan sumberdaya air tingkat tersier di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. HIPPA Sumber Makmur memiliki catatan prestasi sebagai juara 1 yang mewakili Provinsi Jawa Timur dalam ajang kompetisi HIPPA/GHIPPA Nasional pada tahun 2012. Prestasi ini membuktikan bahwa HIPPA Sumber Makmur sebagai organisasi yang berfokus pada pelayanan untuk para petani pemakai air memiliki kapasitas dan kinerja yang baik dan telah terakui secara nasional. HIPPA Sumber Makmur tergabung dalam Gabungan Himpunan
Petani Pemakai Air (GHIPPA) Ridho Makmur yang juga pernah mencatat pretasi tingkat nasional dalam kompeisi HIPPA/GHIPPA pada tahun 2021 Menurut Bapak Sunarko selaku mantan ketua HIPPA Sumber Makmur mengatakan para petani berhubungan langsung dengan kepala blok atau biasa disebut dengan kablok. Ketua blok memiliki tanggungjawab dalam melaksanakan operasional irigasi. Hal ini berarti kablok memiliki tugas penting dalam pembagian dan penyaluran air irigasi ke lahan para petani. Tetapi akhir-akhir ini seringkali petani mengeluh atas ketidakadilan pembagian air yang mereka terima.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana implementasi pengelolaan sumberdaya air dan pelayanan yang dilakukan oleh HIPPA Sumber Makmur serta mengetahui dan memahami tingkat kualitas kinerja pelayanan dan kepuasan petani terhadap layanan HIPPA Sumber Makmur. Penentuan lokasi penelitian menggunakan purposive methods. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan kuesioner. Metode pengambilan contoh menggunakan purposive sampling dan stratified random sampling. Analisis data dalam menjawab rumusan masalah kedua menggunakan Customer Satisfaction Index dan Importance and Performance Analysis.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pengelolaan dan pelayanan yang diberikan oleh HIPPA Sumber Makmur terkait sumberdaya air dibagi menjadi beberapa tahapan diantaranya perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, pemantauan dan evaluasi. Perencanaan meliputi kegiatan perancangan Rencana Tata Tanam berdasarkan MT1, MT2 dan MT3. Pelaksanaan meliputi kegiatan tata tanam dan pembagian air kepada para petani. Pemeliharaan meliputi kegiatan memelihara jaringan irigasi. Pemantauan meliputi kegiatan memantau ketersediaan air di setiap petak lahan petani. Evaluasi meliputi kegiatan Rapat Anggota yang dilakukan sekali dalam setahun. (2) Kepuasan petani terhadap layanan yang diberikan oleh HIPPA Sumber Makmur dalam kategori puas dengan nilai sebesar 77,79%. Hasil analisis pada diagram kartesius IPA dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 atribut pada kuadran I (Prioritas Utama), 3 atribut di kuadran II (Pertahankan Layanan), 1 atribut di kuadran III (Prioritas Rendah) dan 4 atribut di kuadran IV (Non Prioritas).
Description
Reupload Repositori File 12 Februari 2026_Kholif Basri
