Gambaran Waktu Erupsi Gigi Insisif Permanen Pertama Rahang Bawah Pada Anak Tunagrahita SLB di Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran Gigi

Abstract

Erupsi gigi merupakan suatu prosedur fisiologis di mana gigi menembus gingiva masuk ke dalam rongga mulut. Erupsi gigi dalam rongga mulut memiliki urutan waktu erupsi yang berbeda-beda untuk setiap jenis gigi dan berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Terdapat variasi pada anak-anak dalam hal waktu erupsi gigi mereka, beberapa terjadi sebelum waktunya, sementara yang lain terjadi terlambat. Erupsi gigi dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pada anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Anak tunagrahita merupakan salah satu golongan anak penyandang disabilitas yang mengalami keterlambatan dalam proses perkembangan mentalnya, juga memiliki hambatan pada kemampuan motorik halusnya sehingga memiliki risiko yang lebih tinggi akan masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies gigi, penyakit periodontal, kerusakan lingkungan rongga mulut dan kelainan erupsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran waktu erupsi gigi pada anak tunagrahita khususnya pada gigi insisif permanen pertama rahang bawah. Penelitian dilaksanakan di SLB ABC Balung, SLB-BCD YPAC Jember, SLB Negeri Branjangan, SLB Negeri Jember dan SLB-C TPA Jember pada bulan September-Oktober 2024. Populasi penelitian ini adalah anak tunagrahita pada SLB ABC Balung, SLB-BCD YPAC Jember, SLB Negeri Branjangan, SLB Negeri Jember dan SLB-C TPA Jember dengan sampel berjumlah 62 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang diambil sesuai dengan kriteria sampel penelitian yaitu merupakan siswa-siswi SLB kelas 1-6 dan merupakan anak penyandang tunagrahita di SLB ABC Balung, SLB-BCD YPAC Jember, SLB Negeri Branjangan, SLB Negeri Jember dan SLB-C TPA Jember yang bersedia mengisi Informed Consent. Dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa hasil pemeriksaan derajat erupsi gigi insisif permanen pertama rahang bawah pada anak tunagrahita yang diklasifikasikan dalam 4 derajat erupsi yaitu derajat 0 apabila gigi tidak terlihat di dalam mulut, derajat 1 apabila gigi erupsi dengan setidaknya satu titik puncak terlihat, derajat 2 untuk gigi dengan paling sedikit dua puncak atau 1/3 mahkotanya terlihat, dan derajat 3 apabila gigi sudah dalam oklusi atau pada tingkat oklusi. Hasil penelitian mengenai gambaran waktu erupsi gigi insisif permanen pertama rahang bawah pada anak tunagrahita menunjukan bahwa waktu erupsi nya cenderung normal dengan rinciannya yaitu sebanyak 56 (90,32%) diantaranya mengalami erupsi gigi yang normal dan 6 (9,68%) sisanya mengalami erupsi gigi yang terlambat. Keberagaman waktu erupsi tersebut dapat dipengaruhi salah satunya oleh nutrisi. Nutrisi sebagai factor pertumbuhan dapat mempengaruhi erupsi dan proses kalsifikasi gigi misalnya karena kekurangan protein, kalsium, vitamin, dan mineral saat masa pertumbuhan mengakibatkan hipokalsifikasi gigi dan keterlambatan erupsi gigi. Anak tunagrahita sendiri memiliki kecenderungan untuk mempunyai risiko malnutrisi karena mereka memiliki hambatan pada kemampuan motorik halusnya sehingga beberapa diantaranya dapat mengalami keterlambatan dalam erupsi giginya. Dari total 6 anak yang mengalami keterlambatan erupsi semuanya berjenis kelamin laki-laki sedangkan anak dengan jenis kelamin perempuan semuanya mengalami waktu erupsi yang normal. Variasi tersebut dapat terjadi karena proses maturasi pertumbuhan dan perkembangan pada perempuan terjadi lebih awal dan perbedaan erupsi gigi antara anak laki-laki dan perempuan juga dapat terjadi karena faktor growth spurt. Hasil penelitian menunjukan bahwa erupsi gigi pada anak tunagrahita cenderung normal dengan adanya kemungkinan untuk mengalami keterlambatan.

Description

Reupload Repositori File 04 Maret 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By