Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Hots Pada Materi Luas Lingkaran Ditinjau Dari Gaya Belajar Vak
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Higher Order Thinking Skill (HOTS) adalah suatu kemampuan berpikir
berdasarkan pada Taksonomi Bloom. Tujuannya adalah untuk mendorong siswa
menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dengan memanipulasi
informasi dan ide yang sudah ada sebelumnya dengan cara yang baru dan inventif,
sehingga menghasilkan solusi baru untuk menyelesaikan masalah yang rumit dan
membuat keputusan dalam keadaan atau situasi tertentu. Terdapat tiga indikator
utama: analisis, evaluasi, dan kreasi.
Soal HOTS adalah soal yang memiliki karakteristik sebagai soal yang
bersifat non-algoritmik, kompleks, dan membutuhkan usaha untuk
menyelesaikannya dengan melibatkan perpindahan antar konsep, menyerap dan
menerapkan informasi baru, mengidentifikasi hubungan, serta menganalisis dan
mengevaluasi informasi dan ide.
Gaya belajar merupakan istilah yang mengacu pada konsep bahwa setiap
individu memiliki cara tersendiri dan berbeda dalam menangkap atau menerima
pembelajaran berdasarkan preferensi yang mereka sukai dan dirasa cocok untuk
dirinya. Gaya belajar dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok utama, yakni gaya belajar
visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian non-eksperimental yang
menggambarkan suatu peristiwa atau situasi di lingkungan tertentu. Penelitian ini
dilakukan di SMP Negeri 1 Bangil. Kelas yang dipilih dalam penelitian ini adalah
salah satu kelas IX. Subjek penelitian terdiri dari 3 (tiga) siswa, dengan 1 (satu)
siswa mewakili setiap gaya belajar yang dipilih berdasarkan nilai tes tertinggi.
Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan berpikir
tingkat tinggi siswa SMP dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi luas
lingkaran berdasarkan gaya belajar VAK. Hasil tes menentukan kemampuan
berpikir tingkat tinggi, sedangkan hasil angket menentukan gaya belajar. Oleh
karena itu, penelitian ini mendeskripsikan hasil yang mencerminkan kenyataan.
Penelitian di lapangan menunjukkan bahwa terlepas dari gaya belajar
(visual, auditori, atau kinestetik), hasilnya tetap memuaskan. Gaya belajar
kinestetik telah menunjukkan kinerja yang luar biasa, melampaui gaya belajar
visual yang umumnya lebih unggul dalam penelitian serupa.
Meskipun hasil yang diperoleh dari penelitian ini sesuai dengan ekspektasi
awal, namun juga terdapat beberapa keterbatasan dalam pelaksanaannya. Variabel
kemampuan masih terbatas pada satu kemampuan kognitif saja, sehingga tidak
menutup kemungkinan bahwa kemampuan afektif atau kemampuan lainnya dapat
dimasukkan pada penelitian selanjutnya. Keterbatasan atau kekurangan yang ada
dalam penelitian ini harus dipertimbangkan dan diatasi dalam upaya penelitian di
masa depan untuk memastikan pendekatan yang lebih lengkap dan komprehensif.
Hal ini dapat melibatkan perluasan cakupan topik penelitian dan pemeriksaan
variabel tambahan yang dapat diselidiki, sehingga meningkatkan sifat penelitian
yang eksploratif dan komprehensif.
Description
Reupload Repositori File 05 Maret 2026_Kholif Basri
