Identifikasi Bidang Gelincir Sebagai Upaya Mitigasi Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner di Sucopangepok Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Fisika merupakan ilmu alam yang mempelajari fenomena di sekitar kita dengan pendekatan fisis dan berperan sangat penting dalam memahami kondisi lingkungan. Pembelajaran fisika tidak hanya menitikberatkan terhadap nilai keilmuan tetapi nilai aplikasi dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi suatu proses ilmiah yang menghasilkan konsep, prinsip, dan teori, sehingga melalui penerapan ilmu geofisika menggunakan geolistrik resistivitas dapat menentukan nilai resistivitas dalam pemukaan bawah tanah. Secara geomorfologi, Jember memiliki daratan, perbukitan, dan pegunungan sehingga sangat rawan terjadi pergerakan tanah. Desa Sucopangepok, yang terletak di lereng selatan Gunung Argopuro, rentan terhadap pergerakan tanah, lipatan, longsoran, sampai dengan patahan. Pergerakan tanah di daerah tersebut menyebabkan penurunan tanah ±30 𝑐𝑚 dan keretakan tanah dengan lebar ±20 𝑐𝑚. Adanya permasalahan tersebut, penting untuk melakukan identifikasi bawah permukaan dengan memanfaatkan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner. Metode ini digunakan karena tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan, biayanya terjangkau, dan mampu mengidentifikasi lapisan tanah hingga beberapa meter di bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bidang gelincir untuk mengetahui kedalamannya serta mengidentifikasi tingkat kemiringan dan arah bidang gelincir sebagai langkah mitigasi bencana yang dilakukan di Desa Sucopangepok, Jember. Jenis penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah survei melalui pengamatan secara langsung dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, akuisisi data secara langsung ke daerah penelitian untuk mendapatkan data primer, dan studi literature. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil pada tahun ajaran 2023/2024. Perolehan data akan diolah menggunakan Software Res2Dinv dan Software Voxler untuk memperoleh model penampang 2D dan 3D. Hasil yang diperoleh, ditemukan beberapa bidang gelincir yang beresiko menyebabkan tanah longsor dengan struktur tanah dan batuan penyusun bawah permukaan, meliputi tanah lempung, batuan kerikil, batuan lempung, batuan tufaan, air tanah. Pada nilai resistivitas sebesar 12,8 − 54,3 Ω𝑚 pada kedalaman 0,750 − 14,4 m di lintasan 1 tersebar secara luas diseluruh gambar penampang yang diduga merupakan lempung, diindikasikan sebagai bidang gelinciran. Pada nilai resistivitas sebesar 9,27 − 19,5 Ω𝑚 pada kedalaman 0,750 − 14,4 m di panjang lintasan meter ke 27 yang lintasan 2 diindikasikan sebagai bidang gelinciran. Lintasan 3 diindikasikan terdapat bidang gelincir di kedalaman 0,750 m dan kedalaman 3,82

Description

Reupload file repository 23 Februari 2026_Ratna

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By