Rancangan Geometri Peledakan Berdasarkan Nilai Blastability Index di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan semen terbesar di Indonesia yang bergerak dibidang industri pertambangan. Perusahaan ini melakukan kegiatan peledakan untuk memberai batu kapur karena Tingkat kekerasan batu kapur yang keras dan susah untuk dipecah. Tingkat ukuran fragmentasi diukur berdasarkan batuan hasil pembongkaran yang akan ditambang. Pada perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, terdapat permasalahan pada hasil peledakan, seperti boulder yang melebihi target perusahaan. Perusahaan menargetkan fragmentasi batuan maksimal ≤ 75 cm. Namun pada kondisi aktualnya boulder yang melebihi 75 cm sekitar 46,75%, sedangkan target kompensasi boulder dari perusahaan yaitu ≤ 15%. Penyebab dari permasalahan ini adalah penentuan geometri dari perusahaan tidak memperhatikan batuan. Permasalahan ini mendorong perlunya pendekatan baru berbasis Blastability Index (BI).
Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan data primer berupa Rock Mass Description (RMD), Joint Plane Spacing (JPS), dan dokumentasi visual fragmentasi. Data sekunder meliputi orientasi bidang kekar Joint Plane Orientation (JPO), Specific Gravity Influence (SGI), kekerasan (H), serta geometri aktual peledakan. Penentuan nilai BI dilakukan dengan menjumlahkan pembobotan kelima parameter utama berdasarkan metode Lilly (1986), dan menghasilkan BI sebesar 61,5. Dengan menggunakan nilai BI dan pendekatan grafik Lilly, diperoleh rancangan geometri peledakan berupa burden 3,2 m dan spacing 3,68 m.
Analisis fragmentasi dilakukan menggunakan model Kuz-Ram, yang menunjukkan ukuran rata-rata fragmentasi sebesar 33,08 cm dan indeks keseragaman 2,06. Hasil ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan dengan kondisi aktual, yang menggunakan burden 2,5 m dan spacing 3,6 m, dengan hasil fragmentasi tidak memenuhi target. Geometri hasil rancangan berdasarkan BI juga menunjukkan efisiensi penggunaan bahan peledak dengan powder factor sebesar 0,29 kg/m³, lebih rendah dari kondisi aktual yang mencapai 0,35 kg/m³. Hasil ini membuktikan bahwa pendekatan BI efektif dalam mendesain geometri peledakan yang sesuai dengan karakteristik massa batuan di lapangan, sekaligus meningkatkan kualitas fragmentasi dan produktivitas penambangan.
Description
Reupload file repositori 16 Mar 2026_Maya
