Pengaruh Variasi Konsentrasi Cetyltrimethylammonium Bromide Pada Morfologi Nanofiber Serbuk Kulit Kopi Dengan Metode Hidrotermal
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kulit kopi merupakan limbah yang dihasilkan dalam jumlah besar selama
proses produksi kopi. Limbah ini mengandung senyawa seperti lignoselulosa yang
berpotensi digunakan sebagai bahan baku nanofiber. Nanofiber, yang memiliki ukuran
kurang dari 1000 nm, memiliki banyak aplikasi di berbagai bidang seperti filtrasi,
biomedis, dan energi. Salah satu metode yang efektif untuk memproduksi nanofiber
adalah metode hidrotermal, yang dapat menghasilkan material nano berkualitas tinggi
dalam kondisi suhu dan tekanan tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut maka pada
penelitian ini kami melakukan eksplorasi penggunaan kulit kopi sebagai bahan baku
nanofiber
dan
menganalisis
pengaruh
variasi
konsentrasi
surfaktan
Cetyltrimethylammonium Bromide (CTAB) terhadap morfologi dan ukuran nanofiber
yang dihasilkan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain
penelitian kuantitatif. Variabel bebas yang diteliti adalah variasi konsentrasi CTAB,
sedangkan variabel terikatnya adalah morfologi dan ukuran nanofiber kulit kopi.
Serbuk kulit kopi yang telah dikeringkan dan disaring kemudian dicampur dengan
larutan CTAB dalam berbagai konsentrasi. Proses sintesis dilakukan menggunakan
metode hidrotermal pada suhu dan tekanan tinggi. Setelah sintesis, analisis morfologi
dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), sementara analisis
komposisi kimia dilakukan dengan Energy Dispersive X-ray (EDX), dan identifikasi
gugus fungsional menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CTAB mempengaruhi
morfologi nanofiber kulit kopi yang terbentuk. Pada konsentrasi CTAB 0%, serbuk
kulit kopi tidak membentuk nanofiber. Sementara itu, pada konsentrasi CTAB 0,06%
hingga 0,5%, nanofiber terbentuk dengan ukuran dan struktur yang semakin baik. Pada konsentrasi 0,5%, nanofiber yang terbentuk memiliki diameter rata-rata di bawah 1000
nm, yang memenuhi kriteria nanofiber. Analisis SEM menunjukkan peningkatan
kualitas dan ketelitian morfologi serat pada konsentrasi CTAB yang lebih tinggi. EDX
menunjukkan perubahan komposisi kimia permukaan nanofiber, dengan peningkatan
kandungan unsur nitrogen (N) dan bromin (Br), yang berasal dari CTAB. FTIR
mengungkapkan perubahan pada gugus fungsional, yang mengindikasikan adanya
interaksi antara CTAB dan komponen kulit kopi.
Description
Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana
