Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Perawat di IGD Rumah Sakit Wilayah Situbondo
| dc.contributor.author | Shopiana Dewi | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T02:48:53Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-10 | |
| dc.description | Reupload file repositori 4 februari 026_PKL Fani/Firli | |
| dc.description.abstract | Perawat merupakan tenaga kesehatan profesional yang memegang peran penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang menuntut layanan cepat dan akurat. Lingkungan kerja IGD yang penuh tekanan, beban kerja yang tinggi, serta jam kerja yang tidak teratur menempatkan perawat pada risiko tinggi mengalami kelelahan kerja. Kondisi kelelahan ini dapat berdampak negatif pada kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, masa kerja), shift kerja, dan dukungan sosial dengan kelelahan kerja yang dialami oleh perawat IGD di rumah sakit pemerintah wilayah Situbondo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling pada tiga IGD Rumah Sakit Pemerintah di Situbondo yang melibatkan 54 perawat sebagai responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelelahan kerja adalah kuesioner Occupational Fatigue Exhaustion/Recovery (OFER) yang menilai tiga dimensi: kelelahan kronis, kelelahan akut, dan pemulihan antar-shift. Dukungan sosial diukur menggunakan Berlin Social Support Scale (BSSS). Analisis data untuk menguji hubungan antar variabel dilakukan menggunakan Contingency Coefficient dan korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar faktor yang telah dianalisis, seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, dan dukungan sosial, tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kelelahan kerja perawat. Namun, ditemukan dua faktor yang berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja kronis. Faktor pertama, yaitu masa kerja yang memiliki korelasi negatif, yang mengindikasikan bahwa perawat dengan masa kerja lebih lama cenderung melaporkan tingkat kelelahan kronis dan total kelelahan kerja & pemulihan yang lebih rendah. Faktor kedua, yaitu frekuensi shift malam yang menunjukkan korelasi negatif dengan kelelahan kerja kronis. Temuan ini menyimpulkan bahwa masa kerja dan pola shift malam merupakan faktor penting yang berkaitan dengan kelelahan perawat di IGD, sehingga intervensi untuk mengurangi kelelahan sebaiknya mempertimbangkan terkait bimbingan bagi perawat baru agar lebih beradaptasi dengan lingkungan kerja di IGD. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ns.Anisah Ardiana S. Kep., M.Kep., Ph.D. DPA: Ns. Alfid Tri Afandi, S. Kep., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1447 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Perawat Darurat | |
| dc.subject | Kelelahan | |
| dc.title | Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Perawat di IGD Rumah Sakit Wilayah Situbondo | |
| dc.type | Other |
