Implementasi Lembar Kerja untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas XI 7 SMAN 2 Jember pada Materi Fluida Dinamis

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Penalaran merupakan suatu proses kegiatan berpikir dengan menghubungkan fakta, prinsip dan konsep untuk menarik kesimpulan. Salah satu kompetensi penalaran yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah pembelajaran fisika adalah kemampuan penalaran matematis. Penalaran matematis adalah suatu proses atau aktivitas berpikir untuk menarik kesimpulan atau membuat pernyataan baru yang benar berdasarkan pernyataan yang diketahui sebelumnya. Indikator kemampuan penalaran matematis pada penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menyajikan pernyataan matematika melalui lisan, tulisan, gambar, sketsa atau diagram; mengajukan dugaan; menentukan pola; membangun dan mengevaluasi argumen matematis; memberikan alasan terhadap beberapa solusi; memeriksa kesahihan suatu argumen; serta menarik kesimpulan atau melakukan geralisasi. Pada implementasinya kemampuan penalaran matematis siswa kelas XI 7 SMAN 2 Jember masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan penalaran matematis disebabkan karena pembelajaran fisika masih berfokus pada kegiatan latihan soal hitungan yang hanya menggunakan rumus tanpa mengetahui konsep terbentuknya persamaan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan ketuntasan belajar serta peningkatan penalaran matematis siswa kelas XI 7 SMAN 2 Jember melalui implementasi lembar kerja pada materi fluida dinamis Penelitian ini menggunakan Pendekatan Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Penelitian PTK ini digunakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan peningkatan penalaran matematis siswa kelas XI 7 SMAN 2 Jember melalui implementasi lembar kerja pada materi fluida dinamis. Pada penelitian ini penelitian PTK dilakukan sebanyak dua siklus. Siklus I dilaksanakan melalui empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tahap perencanaan pada siklus 1 dilakukan dengan membuat lembar kerja, membuat rencana pembelajaran, serta instrumen penilaian. Tahap pelaksanaan pada siklus I dilakukan dengan langkah awal guru menjelaskan materi, pengimplementasian lembar kerja dengan bimbingan guru, dan terakhir diberikan soal tes siklus I atau soal post-test. Tahap pengamatan dilakukan dengan mengamati aspek keaktifan siswa saat proses pembelajaran. Tahap refleksi pada siklus I dilakukan dengan mengevaluasi proses pembelajaran. Sedangkan pada siklus II dilakukan mulai dari tahap perencanaan yang dilakukan dengan menyusun rencana perbaikan tindakan berdasarkan hasil yang telah didapat pada tindakan siklus I, kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Ketuntasan belajar dan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa ditentukan berdasarkan hasil tes pada tindakan siklus I dan siklus II. Hasil tersebut menunjukkan pada siklus I presentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 38,24% sedangkan rata-rata aspek kemampuan penalaran matematis siswa berkategori sedang yaitu 0,70 dengan rata-rata N-gain score tes kemampuan penalaran matematis 0,43, hal ini menunjukkan bahwa pada siklus I penalaran matematis siswa termasuk kategori pembagian skor N-gain sedang dan termasuk kategori interpretasi keefektifan kurang efektif. Pada siklus II, presentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 100% sedangkan rata rata aspek kemampuan penalaran matematis siswa berkategori tinggi yaitu 0,90 dengan rata-rata N-gain score tes kemampuan penalaran matematis 0,71, hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II penalaran matematis siswa termasuk kategori pembagian skor N-gain tinggi dan termasuk kategori interpretasi keefektifan cukup efektif. Selain dari hasil tes juga dapat dilihat dari hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pada umumnya siswa merasa tertarik dengan pembelajaran fisika yang menggunakan lembar kerja. Siswa merasa puas karena dapat menyelesaikan masalah tidak hanya langsung menggunakan rumus saja tetapi mengetahui langkah-langkah penyelesaiannya sesuai dengan lembar kerja.

Description

Reupload Repository 24 Februari 2026_Hasyim/Firdiana

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By