Pengaruh Kesetaraan Gender dan Peran Perempuan terhadap Kemiskinan di Jawa Timur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Kemiskinan masih menjadi persoalan serius dalam pembangunan daerah,
termasuk di Provinsi Jawa Timur. Meskipun wilayah ini dikenal sebagai salah
satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, ketimpangan sosial dan ekonomi
masih terlihat, terutama dalam hal akses dan peran perempuan dalam
pembangunan. Perempuan seringkali menghadapi hambatan dalam memperoleh
pendidikan, pekerjaan yang layak, serta peluang untuk berkontribusi secara penuh
dalam kegiatan ekonomi. Ketimpangan inilah yang kemudian memengaruhi
kemampuan perempuan dan keluarganya untuk keluar dari jerat kemiskinan.
Penelitian ini mengkaji hubungan antara kesetaraan gender dan kemiskinan
dengan mengacu pada teori kemiskinan dari Anne Booth, yang menekankan
bahwa kemiskinan tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan ekonomi, tetapi juga
oleh faktor sosial-budaya, geografis, jenis kelamin, ekonomi dan akses terhadap
sumber daya. Teori ini dikaitkan dengan konsep pemberdayaan perempuan dari
Naila Kabeer, yang melihat pentingnya peningkatan kapasitas, kekuatan
bertindak, dan hasil nyata yang dicapai perempuan dalam kehidupannya.
Dalam penelitian ini, variabel penelitian yang digunakan yaitu yaitu tingkat
Indeks Pembangunan Gender dan Perempuan Sebagai Tenaga Profesional
terhadap Kemiskinan. Variabel-variabel ini sebagai cerminan dari sejauh mana
perempuan mampu mengakses kesempatan dan berperan dalam pembangunan
sosial-ekonomi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Gender
berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Namun,
Perempuan Sebagai Tenaga Profesional belum menunjukkan pengaruh yang kuat
terhadap penurunan kemiskinan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun
perempuan telah ikut serta dalam dunia kerja, peran mereka belum sepenuhnyaoptimal, baik karena keterbatasan kualitas pekerjaan, ketimpangan upah, maupun
dominasi mereka di sektor informal yang tidak stabil.
Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki potensi
besar dalam upaya pengentasan kemiskinan. Namun, agar dampaknya benar-benar
terasa, diperlukan kebijakan yang tidak hanya mendorong partisipasi perempuan,
tetapi juga menjamin kualitas dan keberlanjutan peran mereka dalam sektor
ekonomi secara setara dan adil.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 09
