Kuasa Barat atas Timur dalam Novel Lebih Putih Dariku Karya Dido Michielsen: Kajian Orientalisme Edward W. Said

dc.contributor.authorAch. Hilmi Lukmani Baskoro
dc.date.accessioned2026-06-15T01:53:23Z
dc.date.issued2025-11-25
dc.descriptionReuploud file repositori 19 Mei 2026_Firli Approved by Teddy
dc.description.abstractPertentangan antara negara-negara Barat dengan negara-negara Timur berlangsung setidaknya beberapa abad terakhir. Indonesia, meskipun secara politis mengaku tidak memihak salah satunya, tetapi tetap saja berdiri di pihak Timur. Sastra menangkap fenomena ini dengan unik. Salah satunya seperti yang dilakukan pada novel Lebih Putih Dariku oleh Dido Michielsen. Novel ini tidak hanya menggambarkan realitas nyai (gundik) pada masa kolonialisme Belanda di Kepulauan Nusantara. Namun, juga memuat dinamika pertentangan Barat dan Timur secara umum. Pertentangan-pertentangan tersebut ternyata menghasilan upaya penguasaan dalam diri Belanda terhadap Kepulauan Nusantara. Kajian ini bertujuan mengungkap pertentangan-pertentangan antara pihak Barat dan Timur beserta relasinya antarunsurnya. Selain itu, kajian ini juga bertujuan untuk mengungkap berbagai pandangan dan kuasa bangsa Barat yang ditujukan kepada orang-orang Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Objek material adalah berupa novel Lebih Putih Dariku karya Dido Michielsen (2022). Objek formal adalah oposisi biner dan relasi antarunsur. Selain itu juga berbagai pandangan dan kuasa bangsa Barat terhadap orang Timur berdasarkan teori orientalisme menurut Edward W. Said. Satuan analisis berupa kalimat, paragraf, atau wacana yang menunjukkan unsur oposisi biner dan pandangan serta kuasa Barat atas Timur menurut teori orientalisme Edward W. Said. Hasil analisis struktural dari penelitian ini adalah, ditemukan adanya enam aspek yang pertentangan antara Barat dan Timur dalam novel Lebih Putih Dariku. Enam aspek pertentangan tersebut adalah arsitektur, makanan, busana, agama, bahasa, dan pendidikan. Pada arsitektur, orang Barat menggunakan arsitektur khas Eropa di bangunannya, sementara lokal Nusantara menggunakan arsitektur Jawa. Makanan Eropa sangat berbeda dengan masakan Jawa. Busana juga terlihat sangat mencolok perbedaannya antara khas Eropa dan Jawa. Selain itu, orang Barat menganut agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik. Namun, orang Jawa menganut agama Islam. Bahasa Belanda (Barat) juga sangat kontras dengan bahasa Jawa (Timur). Sama halnya dengan pendidikan yang begitu bertolakbelakang antara Barat dengan Timur. Pertentangan tersebut saling bertautan sehingga membentuk struktur utuh novel. Hasil analisis orientalisme Edward W. Said menunjukkan adanya pandangan-pandangan orang Barat, yakni orang Belanda, yang bersifat diskriminatif, merendahkan, dan meremehkan martabat orang Timur. Nada-nada cemooh dari tokoh Belanda seperti Lot sangat tampak, terutama terhadap tokoh utama, yakni Isah, dan juga kepada kedua anak Isah, Pauline dan Louisa. Pandangan-pandangan merendahkan tersebut tidak hanya tampak gamblang, tetapi juga tampak terselubung melalui berbagai keputusan tokoh Barat yang menyangkut tokoh-tokoh Timur. Pandangan-pandangan yang meremehkan tersebut lebih lanjut membuat para tokoh Belanda merasa berkuasa atas orang Timur. Alhasil, perasaan berkuasa tersebut menghasilkan kekuasaan di tangan orang Barat atas orang Timur. Menurut teori orientalisme Edward W. Said, terdapat empat kekuasaan. Empat kuasa tersebut adalah kuasa politik, intelektual, kultural, dan moral. Kuasa politis yang ditemukan di antaranya upaya kerajaan Belanda menguasai Keraton Yogyakarta, serta tindakan Lot untuk menjauhkan Isah dari kedua anaknya. Kuasa intelektual yang ditemukan salah satunya memaksakan pendidikan Barat terhadap kedua anak Isah dibanding pendidikan Timur. Kuasa kultural yang ditemukan yakni pemaksaan penggunaan bahasa, arsitektur, makanan Barat dibanding ala Timur. Sementara kuasa moral yang dtemukan di antaranya adalah tindakan sopan santun para tokoh Jawa yang sangat diatur oleh tokoh Barat agar mengikuti standar sopan santun Barat.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr. Heru Setya Puji Saputra, M.Hum. Dosen Pembimbing Anggota : Abu Bakar Muhammad, S.S., M.A
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8911
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Budaya
dc.subjectKolonialisme
dc.subjectBiografi Tokoh
dc.subjectKajian Orientalisme
dc.subjectAnalisis Novel
dc.subjectDido Michielsen
dc.titleKuasa Barat atas Timur dalam Novel Lebih Putih Dariku Karya Dido Michielsen: Kajian Orientalisme Edward W. Said
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ACH. HILMI LUKMANI BASKORO - 200110201084.pdf
Size:
829.32 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: