Analisis Deret Waktu Hubungan Karakteristik Air Baku dengan Dosis Poly Aluminium Chloride pada IPAM Ngagel 2 Kota Surabaya
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kota Surabaya merupakan kota metropolitan dengan meluasnya daerah
industri dan perdagangan yang memberikan dampak terhadap kualitas air baku.
PDAM Surya Sembada bertanggung jawab dalam penyediaan air bersih untuk Kota
Surabaya dan sekitarnya. PDAM Surya Sembada memiliki 6 Instalasi Pengolahan
Air Minum (IPAM) yang terletak di Kecamatan Ngagel dan Kecamatan Sepanjang.
Kebutuhan masyarakat terhadap air bersih semakin meningkat sehingga diperlukan
peningkatan kapasitas dan kualitas air berdasarkan Permenkes RI No. 2 Tahun
2023. Proses pengolahan air baku menjadi air bersih pada IPAM Ngagel sangat
penting dilakukan karena kualitas air dipengaruhi oleh sebaran limbah domestik,
industri, dan faktor cuaca. Salah satu contoh metode yang dapat digunakan untuk
mengolah air baku yaitu metode koagulasi dan flokulasi. Penentuan dosis PAC
menjadi faktor utama dalam proses metode koagulasi dan flokulasi. Metode
tersebut diharapkan agar air bisa jernih dan layak dikonsumsi oleh masyarakat
sekitar. Penerapan metode dapat dilakukan dengan menganalisis data harian dari 1
Januari 2022 hingga 31 Desember 2023 berupa data kekeruhan awal, pH, suhu,
pemberian dosis PAC dan kekeruhan akhir. Data diolah menggunakan metode
analisis seperti regresi linier berganda, regresi non-linier, ARIMA, Exponential
Smoothing, NAÏVE, dan Neural Network Autoregression. Analisis dilakukan
dengan memisah data dengan ketentuan data training sebesar 564 hari dan data
testing dengan variasi sebesar 7 hari, 30 hari dan 164 hari. Hasil analisis data
menghasilkan model terbaik pada metode ARIMA dengan nilai RMSE dan MAE
terkecil. Metode berbentuk ARIMA(KekeruhanAkhir ~ KekeruhanAwal +
DosisPAC + pdq(1,1,1)) dengan nilai RMSE dan MAE sebesar 0,0569 dan 0,1909.
Metode ARIMA dapat memprediksi kekeruhan awal sebesar 33 NTU hingga 52
NTU, maka diperlukan dosis PAC sebesar 46 ppm hingga 47 ppm untuk
mengurangi kadar kekeruhan mencapai 0,82 NTU hingga 0,85 NTU. Prediksi
dilakukan dari 1 – 7 Januari 2024.
Description
Reupload Repository 24 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
