Rancangan Teknis dan Biaya Sistem Penyaliran Tambang Terbuka di Pit C PT XYZ Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS TEKNIK
Abstract
Dalam kegiatan penambangan di pit C, perusahaan ini menghadapi masalah
serius dalam pengelolaan air tambang. Sistem penyaliran yang ada tidak bekerja
optimal karena dimensi sump yang kurang memadai, saluran terbuka yang tidak
sesuai arah aliran, serta kapasitas pompa dan pipa yang tidak mencukupi. Kondisi
ini semakin kritis saat musim hujan, menyebabkan genangan di area front
penambangan sehingga mengganggu bahkan menghentikan jalannya kegiatan
operasional penambangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menyusun
rancangan sistem penyaliran yang efektif dan efisien, mencakup desain sump,
saluran terbuka, sistem pemompaan dan pemipaan, beserta estimasi biaya
operasional.
Penelitian ini memanfaatkan data sekunder, meliputi data nilai curah hujan
maksimum periode 2015–2024, debit air tanah maksimum, peta topografi Maret
2025, spesifikasi pompa KSB DND 200-5HX dan pipa HDPE diameter 10 inci,
serta harga solar dan pipa. Pengolahan data dimulai dari penetapan jenis distribusi
frekuensi curah hujan berdasarkan parameter statistik, kemudian dilanjutkan
dengan perhitungan nilai curah hujan rencana menggunakan metode Gumbel untuk
periode ulang 10 tahun, penghitungan debit air limpasan menggunakan metode
Rasional. Penentuan dimensi sump mengacu pada Kepmen ESDM No. 1827
K/30/MEM/2018, saluran terbuka dihitung dengan metode Manning, sedangkan
sistem pemompaan dianalisis melalui perhitungan head loss total, kebutuhan
pompa, dan water balance.
Analisis hidrologi menghasilkan nilai curah hujan rencana yaitu 138,67 mm
dengan besaran intensitas 21,82 mm/jam dan waktu konsentrasi selama 3,27 jam.
Luas daerah tangkapan hujan pit C ditetapkan seluas 0,9335 km², sehingga
diperoleh nilai debit air limpasan sebesar 5,10 m³/detik. Dengan menambahkan
kontribusi air tanah sebesar 0,39 m³/detik, sehingga total debit air yang masuk ke
dalam pit adalah 5,49 m³/detik atau 19.744,57 m³/jam. Volume air yang
terakumulasi selama waktu konsentrasi mencapai 64.579,93 m³/hari, sehingga
berdasarkan standar regulasi kepmen ESDM RI, volume sump rencana minimum
yang dibutuhkan adalah 282.537,18 m³. Sump dirancang berbentuk prisma
trapesium dengan dimensi lebar atas 301,72 m, lebar bawah 277,77 m, kedalaman
12 m, dan panjang 86,03 m, menghasilkan volume aktual 299.110,58 m³ yang telah
melampaui volume minimum. Saluran terbuka dirancang berbentuk penampang
trapesium dengan lebar dasar sebesar 0,90 m, lebar bagian atas 2,09 m, serta
kedalaman 1,20 m, dan panjang 558,44 m. Kapasitas aliran saluran sebesar 6,31
m³/detik telah melebihi debit limpasan masuk 5,10 m³/detik sehingga seluruh air
limpasan dapat dialirkan menuju sump tanpa menimbulkan genangan pada area
front penambangan. Saluran terbuka juga telah memiliki freeboard sebesar 0,3 m
berdasarkan standar USBR untuk debit air kurang dari 10 m³/detik sebagai batas
aman, dengan nilai freeboard aktual yang dirancang sebesar 0,34 m sehingga
saluran memiliki faktor keamanan yang memadai dalam mengantisipasi debit
puncak.
Sistem pemipaan menggunakan pipa HDPE tipe PN 10 SDR 17 berdiameter
10 inci dengan panjang total 1.117,90 m, dipasang dari sump menuju titik
pembuangan melalui main sump. Head loss total dihitung sebesar 81,3 m dengan
memperhitungkan beda elevasi, gesekan pipa, belokan, dan koefisien katup hisap.
Berdasarkan hasil tersebut, pompa DND 200-5HX dioperasikan pada kecepatan
1.200 RPM dengan debit 790 m³/jam dan efisiensi 77%. Untuk mengeluarkan
seluruh volume air harian dalam waktu operasional 20 jam per hari, dibutuhkan 4
unit pompa dengan total kapasitas pemompaan 63.200 m³/hari dan lama
pengeringan 1,02 hari. Evaluasi water balance menunjukkan selisih positif sebesar
1.379,93 m³/hari antara volume air masuk dan keluar, namun kondisi ini masih
tergolong aman karena kapasitas sump yang dirancang mampu menampung
kelebihan air tanpa menyebabkan overflow maupun genangan pada area kerja.
Estimasi biaya operasional pemompaan dihitung berdasarkan konsumsi bahan
bakar total 9.530,66 liter/hari untuk 4 unit pompa menggunakan Biosolar Industri
(B40) seharga Rp22.600,00/liter, menghasilkan biaya pemompaan sebesar
Rp215.392.958,04 per hari. Biaya investasi pengadaan pipa HDPE sepanjang
1.117,90 m adalah sebesar Rp811.529.777,88.
Sistem penyaliran tambang terbuka di Pit C PT XYZ yang dirancang dalam
penelitian ini terbukti mampu mengendalikan seluruh komponen air masuk secara
efektif. Desain sump dengan volume 299.110,58 m³ memberikan kapasitas tampung
yang memadai sesuai standar regulasi pertambangan. Saluran terbuka dengan
kapasitas 6,31 m³/detik mampu mengalirkan seluruh debit limpasan menuju sump
tanpa menimbulkan genangan. Sistem pemompaan dengan 4 unit pompa DND 200-
5HX mampu mengosongkan sump dalam waktu 1,02 hari sehingga kegiatan
penambangan tidak terganggu. Secara keseluruhan, rancangan sistem penyaliran ini
telah sesuai dengan kaidah teknik pertambangan yang baik serta layak dijadikan
rujukan teknis untuk perusahaan guna mendukung kelancaran operasional
penambangan di Pit C PT XYZ
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
