Implementasi Terapi Psikoreligius Dzikir Pada Keluarga Tn.a Yang Mengalami Skizofrenia dengan Masalah Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sukodono Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Kesehatan jiwa merupakan kondisi penting bagi individu dalam menjalani kehidupan yang produktif. Gangguan jiwa seperti skizofrenia merupakan salah satu masalah kesehatan mental berat yang ditandai oleh gangguan persepsi sensori berupa halusinasi, terutama halusinasi pendengaran. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk mengontrol halusinasi pendengaran tersebut salah satunya yaitu dengan melakukan terapi psikoreligius dzikir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi psikoreligius dzikir pada pasien skizofrenia dalam mengontrol halusinasi Desain penelitian ini menggunakan laporan kasus, dari total populasi 93 pasien dengan skizofrenia di wilayah kerja puskemas sukodono lumajang dipilih 1 keluarga binaan untuk dijadikan partisipan penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dengan 7 kali kunjungan di wilayah Kerja Puskesmas Sukodono pada bulan Maret 2025. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan format pengkajian Asuhan keperawatan keluarga yang dikombinasi dengan asuhan keperawatan jiwa, lembar observasi berupa kuesioner AHRS dan media berupa SAP, leaflet dan lembar balik berisi SOP terapi dzikir. Data yang telah didapatkan akan dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Peneliti memberikan intervensi manajemen halusinasi dengan teknik distraksi sebagai upaya untuk mengontrol halusinasi pendengaran partisipan. Hasil yang didapatkan sebelum intervensi, partisipan mengalami halusinasi pendengaran dengan skor AHRS sebesar 20 (kategori sedang). Setelah dilakukan terapi dzikir selama tiga kali implementasi, skor AHRS menurun menjadi 11 (kategori ringan) yang disertai edukasi strategi pelaksanaan (SP) keluarga dan partisipan juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengontrol halusinasi secara mandiri. Terapi psikoreligius dzikir terbukti efektif dalam mengontrol halusinasi pendengaran yang dapat membantu pasien skizofrenia. Diharapkan perawat di puskesmas sukodono terapi psikoreligius dzikir dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan jiwa yang diterapkan secara berkelanjutan, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program pelayanan kesehatan jiwa di tingkat komunitas
Description
Reaploud Repository February_Hasyim
