Pengaruh Kepemimpinan Kolaboratif Terhadap Pengambilan Keputusan Klinis Kasus Kompleks Yang Dimediasi Oleh Kepercayaan Antarprofesi di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Pengambilan keputusan klinis pada kasus kompleks membutuhkan
koordinasi yang efektif antar berbagai profesi dalam tim medis, yang tidak dapat
dipisahkan dari kualitas kepemimpinan yang ada. Kepemimpinan kolaboratif
dianggap sebagai model yang dapat meningkatkan efektivitas kolaborasi
antarprofesi dan memperkuat pengambilan keputusan bersama dalam tim medis.
WHO (2010) menyatakan bahwa kepemimpinan kolaboratif, yang menekankan
komunikasi terbuka dan pengambilan keputusan bersama, merupakan elemen
penting dalam meningkatkan hasil perawatan pasien, terutama dalam kasus
kompleks.
Kepercayaan antarprofesi merupakan faktor kunci dalam mendukung
keberhasilan kepemimpinan kolaboratif. Kepercayaan ini memungkinkan tim
medis untuk berbagi informasi, berkolaborasi dengan lebih efektif, dan mencapai
keputusan yang berbasis bukti dalam waktu yang tepat (Schmutz et al., 2019).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kolaboratif
terhadap pengambilan keputusan klinis kasus kompleks yang di mediasi oleh
kepercayaan antarprofesi di RSUD Provinsi NTB.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional untuk menganalisis hubungan antara tiga variabel utama, yaitu
kepemimpinan kolaboratif, kepercayaan antarprofesi, dan pengambilan keputusan
klinis kasus kompleks. Variabel kepemimpinan kolaboratif diukur menggunakan
Collaborative Leadership Self-Assessment (CLSA), kepercayaan antarprofesi
menggunakan Interprofessional Trust Scale (ITS), dan pengambilan keputusan
klinis menggunakan Clinical Decision-Making in Nursing Scale (CDMNS).
Seluruh instrumen telah dinyatakan valid dengan nilai korelasi item di atas r-tabel
dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,70, sehingga layak digunakan dalam
penelitian. Populasi penelitian ini yakni perawat primer dan perawat ketua shift di
ruang rawat inap dan intensive care RSUD Provinsi NTB pada Oktober 2025 yang
berjumlah 185 perawat dan pengambilan sampel menggunakan teknik total
sampling. Analisis data menggunakan uji bivariat regresi linear sederhana dan uji
multivariat menggunakan regresi linear berganda dengan signifikansi hubungan
diukur melalui nilai p-value < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kepemimpinan kolaboratif
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan klinis kasus
kompleks, dengan nilai t statistik 11,843 > t tabel (1,972) dan p-value 0,000 < α
(0,05) dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan antarprofesi
dengan nilai t statistik 9,161 > t tabel (1,972) dan p-value 0,000 < α (0,05). Hasil
penelitian juga terbukti kepercayaan antarprofesi berpengaruh signifikan terhadap
pengambilan keputusan klinis kasus kompleks, dengan nilai t statistik 14,728 > t
tabel (1,972) dan p-value 0,000 < α (0,05). Analisis lebih lanjut menunjukkan
bahwa kepercayaan antarprofesi terbukti memediasi pengaruh kepemimpinan
kolaboratif terhadap pengambilan keputusan klinis, dengan nilai t statistik 17,465
dan p-value 0,000 < 0,05. Berdasarkan nalisis koefisien determinasi, model regresi
menjelaskan 62,3% variasi pengambilan keputusan klinis kasus kompleks, yang
mengindikasikan bahwa faktor kepemimpinan kolaboratif dan kepercayaan
antarprofesi memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas
keputusan klinis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kolaboratif terbukti
berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan klinis melalui
kepercayaan antarprofesi, sehingga penguatan kedua aspek ini diperlukan untuk
meningkatkan kualitas keputusan klinis di RSUD Provinsi NTB.
Rekomendasi dari penelitian ini bagi manajemen rumah sakit disarankan
untuk secara sistematis memperkuat kepemimpinan kolaboratif dan membangun
kepercayaan antarprofesi melalui forum komunikasi klinis yang setara, integrasi
prinsip kolaborasi dalam kebijakan dan SOP, penyelenggaraan pelatihan kolaborasi
interprofesional berkelanjutan, serta penerapan budaya evaluasi dan umpan balik
yang konstruktif dan non-punitif, guna menciptakan iklim kerja yang aman,
inklusif, dan mendukung pengambilan keputusan klinis yang berkualitas. medis.
Description
Reupload Repositori File 03 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 3 Juni 2026_Kurnadi
