Karakterisasi Sabun Cair dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Sabun cair merupakan salah satu produk perawatan diri yang banyak digunakan untuk menjaga kebersihan kulit dan mengurangi kontaminasi mikroba. Namun, penggunaan agen antimikroba sintetis dalam sabun cair komersial dapat menimbulkan kekhawatiran terkait lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, agen antimikroba alami seperti ekstrak jeruk nipis (Citrus aurantifolia) berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan aktif alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak jeruk nipis terhadap karakteristik fisik, kimia, dan antibakteri sabun cair serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap *Staphylococcus aureus*. Penelitian ini menggunakan satu faktor, yaitu konsentrasi ekstrak jeruk nipis yang terdiri dari empat perlakuan: 0%, 1%, 1,5%, dan 2%, dengan tiga kali ulangan untuk setiap perlakuan. Parameter yang diamati meliputi berat jenis, viskositas, tinggi busa, pH, kadar asam lemak bebas, dan aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One-Way Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jeruk nipis berpengaruh nyata terhadap viskositas, tinggi busa, pH, kadar asam lemak bebas, dan aktivitas antibakteri (p < 0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat jenis (p > 0,05). Peningkatan konsentrasi ekstrak jeruk nipis meningkatkan viskositas dari 6,5 menjadi 11,4 mPa·s, meningkatkan kadar asam lemak bebas, serta meningkatkan aktivitas antibakteri. Seluruh formulasi memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI 2588:2017) untuk parameter pH; namun, kadar asam lemak bebas melebihi batas maksimum yang diperbolehkan. Aktivitas antibakteri tertinggi diamati pada perlakuan ekstrak jeruk nipis 2%.
Description
Finalisasi September 2026_Yudi
