Perbandingan Tingkat Aktivitas Fisik pada Remaja di SMA Negeri 2 Jember dan SMA Pesantren Nurul Islam Jember
| dc.contributor.author | Adzkia Fazrin Amatullah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T01:57:45Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-15 | |
| dc.description | Reaploud Repository February_agus | |
| dc.description.abstract | Masa transisi atau peralihan dalam masa remaja merupakan periode yang penting dimana remaja mulai dapat mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dan memilih kebiasaan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik untuk meningkatkan kesehatan. Walau demikian, masih banyak remaja yang belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik oleh WHO, yaitu melakukan minimal 60 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat setiap harinya. Kurangnya aktivitas fisik pada masa remaja dapat menjadi suatu perilaku kesehatan buruk yang berlanjut hingga usia dewasa. Aktivitas fisik yang tidak terpenuhi pada remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, perkembangan teknologi, dan lingkungan sekolah. Aktivitas remaja di sekolah banyak dilakukan di sekolah seperti pada pendidikan jasmani, transportasi aktif, aktivitas fisik sebelum dan sesudah sekolah, saat jam istirahat, dan di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat aktivitas fisik dan menganalisis perbandingan tingkat aktivitas fisik pada remaja di SMAN 2 Jember dan SMA Pesantren Nuris Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan yang menggunakan metode cross-sectional dengan teknik sampling yaitu simple random sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 340 siswa yang dibagi rata dengan 170 siswa di sekolah menengah atas negeri (SMAN) 2 Jember dan 170 siswa di SMA Pesantren Nuris Jember. Penelitian ini menggunakan kuesioner karakteristik responden dan Physical Activity Questionnare for Adolescents (PAQ-A) untuk melihat tingkat aktivitas fisik pada remaja SMA. Penelitian ini telah melalui uji etik dengan No. 361/UN25.1.14/KEPK/2024. Data penelitian dianalisis menggunakan SPSS dengan uji chi square dengan α = 0,05 dan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia siswa di SMAN 2 Jember yaitu 16,42 tahun, sedangkan pada remaja di SMA Pesantren Nuris Jember yaitu 16,41 tahun. Siswa dengan jenis kelamin perempuan menjadi yang paling banyak, baik SMAN 2 Jember maupun pada SMA Pesantren Nuris Jember. Siswa kelas 10 terlihat paling banyak pada SMAN 2 Jember, sedangkan pada SMA Pesantren Nuris Jember yang paling banyak adalah siswa kelas 11. Hampir seluruh siswa di SMAN 2 Jember bertempat tinggal dengan keluarga, sedangkan pada SMA Pesantren Nuris Jember seluruhnya bertempat tinggal di asrama pesantren. Tingkat aktivitas fisik pada remaja di kedua sekolah lebih dari setengah siswa berada dalam kategori rendah baik pada kelompok remaja di SMAN 2 Jember yaitu sebanyak 97 (57,1%) siswa, maupun di SMA Pesantren Nuris Jember yaitu sebanyak 96 (56,5%) siswa. Berdasarkan hasil penelitian, tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat aktivitas fisik di antara dua kelompok responden, yaitu SMAN 2 Jember dan SMA Pesantren Nuris Jember (X2 = 1,313; p-value = 0,252). | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Hanny Rasni, S.Kp, M.Kep. Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Niken Asih Laras Ati, S.Kep., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3621 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Perbandingan | |
| dc.subject | Aktivitas | |
| dc.subject | Fisik | |
| dc.subject | Remaja | |
| dc.subject | Pesantren Nurul Islam | |
| dc.title | Perbandingan Tingkat Aktivitas Fisik pada Remaja di SMA Negeri 2 Jember dan SMA Pesantren Nurul Islam Jember | |
| dc.type | Other |
