Potensi Agen Larvasida Protein Ekstraseluler Serratia marcescens Strain 3A2 terhadap Aedes aegypti
| dc.contributor.author | Devi Silvia Anggraini | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-04T08:10:09Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-25 | |
| dc.description | Finalisasi_Maya_4 Juni 2026 | |
| dc.description.abstract | Serratia marcescens merupakan bakteri yang berasosiasi dengan nyamuk tepatnya di organ reproduktif, kelenjar ludah, dan usus tengah. Bakteri ini diketahui mampu mensekresikan protease dan kitinase yang diduga bersifat toksik pada larva sehingga berpotensi sebagai larvasida. Penelitian sebelumnya oleh kelompok riset kami telah berhasil melakukan isolasi Serratia marcescens dari midgut Aedes aegypti asal Jember. Metode yang digunakan meliputi karakterisasi morfologi koloni dan sel, serta uji aktivitas bakteri. Penelitian diawali dengan peremajaan dari stok gliserol. Karakterisasi morfologi mikroskopis dilakukan dengan pewarnaan gram untuk mengetahui bentuk sel, sedangkan karakterisasi morfologi secara makroskopis dilakukan dengan mengamati bentuk, warna, tepi, dan elevasi koloni tunggal bakteri. Uji proteolitik dilakukan dengan menggunakan media Skim Milk Agar. Produksi protein dilakukan dengan mengkultur isolat Serratia marcescens 3A2 kemudian dipanen supernatannya dengan menggunakan sentrifuge. Purifikasi dan pemurnian dilakukan menggunakan sentricon dengan Mollecular Weight Cut Off 10 kDa. Profilling pita ekstrak protein ekstraseluler dilakukan dengan menggunakan metode SDS-PAGE. Ekstrak protein ekstraseluler diukur konsentrasinya dengan menggunakan Bradford. Uji larvasida dilakukan dengan menggunakan larva instar I-IV Aedes aegypti dengan kontrol positif temephos dan kontrol negatif air keran. Hasil penelitian terhadap Serratia marcescens strain 3A2 menunjukkan bahwa karakteristik mikroskopis bakteri ini Gram negatif berbentuk basil. Karakteristik makroskopis koloni Serratia marcescens bewarna merah, berbentuk bulat (circular), tepi rata berwarna putih, dengan elevasi cembung (convex). Koloni bakteri ini membentuk zona bening pada media Skim Milk Agar yang menunjukkan adanya aktivitas protease. Konsentrasi berdasarkan hasil pengukuran dengam Bradford diketahui sebesar 31 μg/μL dari kultur 50 mL. Profil pita protein ekstraseluler menunjukkan 7 pita dengan berat molekul 93 kDa, 64 kDa, 58 kDa. 55 kDa, 43 kDa, 29 kDa, dan 20 kDa, dengan fragmen pita di 55 kDa sebagai pita protein paling prominen atau dominan. Uji larvasida terhadap protein ekstraseluler menunjukkan adanya total mortalitas larva sebesar 60% pada instar I, 50% pada instar II dan III, dan 30 % pada instar IV. Hasil uji larvasida mengakibatkan rusaknya struktur morfologi larva. | |
| dc.description.sponsorship | Prof Dr. rer. nat Kartika Senjarini, S.Si., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8085 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | Aedes aegypti | |
| dc.subject | Serratia marcescens | |
| dc.subject | Metalloprotease | |
| dc.subject | Serralysin | |
| dc.subject | Larvae | |
| dc.title | Potensi Agen Larvasida Protein Ekstraseluler Serratia marcescens Strain 3A2 terhadap Aedes aegypti | |
| dc.type | Other |
