Pengaruh Intervensi Family Caregiver Empowerment Model Terhadap Motivasi pada Caregiver Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Sumbersari
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas keperawatan
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak
dapat memproduksi hormon insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga kadar
gula dalam darah meningkat. Penderita diabetes membutuhkan dukungan orang
terdekat khususnya keluarga karena memerlukan pengobatan yang berkepanjangan,
dukungan tersebut berdampak positif terhadap pengelolaan dan hasil kesehatan bagi
penderitanya. Salah satu penghambat pemerian proses perawatan salah satunya
yaitu motivasi, Motivasi yang rendah akan menghambat proses pemberian
perawatan terhadap penderita DMT2, sehingga proses kesembuhan pada penderita
menjadi lebih lama dan dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperiment dengan
pre-test post-test control group design, teknik sampling yang digunakan yaitu
cluster random sampling dengan menggunakan G-power untuk menghitung besaran
sampel penelitian dan di dapatkan sebanyak 78 sampel (intervensi= 39; kontrol 39).
Tempat penelitian ini berada diwilayah kerja puskesmas sumbersari. Kuesioner
yang digunakan yaitu Motivasi Family Caregiver Dalam Pengelolaan Mandiri DM
Tipe 2 dan analisis yang digunakan yaitu Wilcoxon dan Mann-Witney
Hasil dari penelitian ini yaitu mayoritas responden berada pada kategori
dewasa tengah sejumlah 54 responden (73,0%), mayoritas responden berjenis
kelamin perempuan sejumlah 56 responden (75,7%). Sedangkan kategori
pendidikan mayoritas berpendidikan SMA sejumlah 28 responden (36,5%).
Kemudian untuk jenis pekerjaan, mayoritas responden bekerja sebagai Ibu Rumah
Tangga Sejumlah 37 responden (50,0%). Penghasilan responden mayoritas
berpenghasilan < UMR sejumlah 63 responden (85,1%), dan untuk status
perkawinan mayoritas responden kawin sejumlah 72 responden (97,3%). Kemudian
untuk hubungan dengan penderita mayoritas responden adalah istri 26 responden
(35,1%). Mayoritas responden lama merawat penderita < 5 tahun sejumlah 48
responden (64,9%). Mayoritas penderita tidak mengalami komplikasi sejumlah 50
penderita (67,6%). Berdapat peningkatan motivasi pada kelompok intervensisetelah diberikan intervensi FCEM sebesar 117, sedangkan pada kelompok kontrol
terdapat peningkatan motivasi saat pre-test dan post-test sebesar 78.
Hasil dari uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan nilai rata rata motivasi sebelum dan sesudah intervensi (p=
0,000). Hasil dari uji Wilcoxon pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan nilai rata rata motivasi saat pre-test dan post-test (p= 0,000).
Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata rata motivasi
pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p= 0,000), sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh intervensi family caregiver empowerment
model (FCEM) terhadap motivasi pada caregiver penderita DMT2
Intervensi FCEM yang terdiri dari pemberian edukasi, pendampingan dan
pelatihan serta evaluasi dapat meningkatkan pengetahuan caregiver, sehingga
caregiver mampu memotivasi dirinya sendiri untuk memberikan perawatan kepada
penderita DMT2 dengan baik dan benar melewati pengetahuan yang sudah mereka
miliki. Dukungan dan keterlibatan dari caregiver memberikan efek yang positif
terhadap pengelolaan dan status kesehatan bagi penderitanya. Namun, sebagai
caregiver, keluarga juga membutuhkan dukungan dari keluarga yang lain maupun
tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan dapat memberikan dukungan kepada seorang
caregiver melalui pendidikan kesehatan dan persiapan keterampilan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan perawatan secara
mandiri terhadap penderita DMT2
Description
Reupload repository 2 februari 2026_agus/feren
