Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan LKPD terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Perbedaan Gender Pada Pembelajaran Fisika SMA

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Pada literatur yang diperoleh menjelaskan bahwasannya tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik masih tergolong dalam kategori rendah. Kemampuan berpikir kritis sangat penting untuk dioptimalkan karena dapat meningkatkan kualitas peserta didik dalam berpikir yang terampil dalam menganalisis, menilai dan membangun kembali apa yang mereka pikirkan dalam menyelesaikan suatu masalah. Salah satu model yang dapat dilaksanakan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis yaitu melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD. Dari setiap peserta didik memiliki cara masing – masing dalam menyelesaikan masalah. Perbedaan kemampuan dalam menyelesaikan masalah bisa disebabkan dengan berbagai faktor, salah satunya yaitu perbedaan gender (jenis kelamin). Setiap jenjang pendidikan formal pasti terdiri dari peserta didik yang berjenis kelamin laki – laki dan perempuan, sehingga hal ini dapat memunculkan kemungkinan perbedaan dalam berpikir dan menyelesaikan masalah antara peserta didik laki – laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini berjenis eksperimen dan dilaksanakan di SMA 1 Jember kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 semester genap tahun 2024/2025. Penentuan tempat pada penelitian ini yakni menggunakan metode purposive sampling area dimana daerah yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu yaitu kesediaan sekolah yang bersangkutan menjadi lokasi penelitian dan penelitian tentang berpikir kritis di sekolah terkait belum pernah dilakukan. Sampel pada penelitian ini yaitu dilaksanakan pada kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan yaitu Posttest Only Control Group Design. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui tes kemampuan berpikir kritis antara peserta didik laki – laki dan perempuan. Data yang sudah diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS 25 dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Uji hipotesis yakni hasil analisis data yang sudah diuji normalitas diperoleh dari hasil signifikan maka dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian sebelum penerapan rata – rata kemampuan berpikir kritis masih pada kategori yang tergolong sedang, dengan rata – rata hasil perolehan peserta didik laki – laki yaitu 57,31 dan perempuan dengan nilai rata – rata yaitu 59,05. Setelah dilakukan penerapan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD hasil tes dapat menunjukkan peningkatan dengan kategori tinggi, perolehan rata – rata hasil dari peserta didik laki – laki yaitu 67,92 dan perolahan rata – rata peserta didik perempuan yaitu 69,15. Selanjutnya dengan menguji Uji independent sample t-test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang menunjukkan nilai signifikansi < 0,05. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran fisika SMAN 1 Jember. Pada penggunaan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran fisika juga efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Description

Reupload File Repositori 11 Februari 2026_Teddy/Hendra

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By