Pengaruh Kebijakan Moneter Hijau dan Variabel Makroekonomi terhadap Degradasi Lingkungan di Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Kerusakan lingkungan telah menjadi masalah besar di tingkat global dan tekanan
politik yang signifikan yang memerlukan perhatian mekanisme ekonomi.
Indonesia, sebagai negara berkembang, adalah salah satu kontributor terbesar emisi
karbon dan gas rumah kaca di dunia. Berbagai studi analitis telah dilakukan, dan
alat kebijakan moneter yang digunakan dievaluasi secara individu untuk
memvalidasi efisiensinya dalam mengurangi kerusakan lingkungan. Fenomena
peningkatan gas rumah kaca sering terjadi di negara-negara berkembang seperti
Indonesia. Mekanisme ekonomi dapat diterapkan oleh pemerintah melalui
kebijakan moneter hijau dalam bentuk obligasi hijau. Selain itu, hal ini dapat
diamati melalui analisis makroekonomi seperti suku bunga dan pertumbuhan
ekonomi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier untuk
menguji pengaruhnya dengan periode sampel dari Q1 2015 hingga Q4 2023. Data
diperoleh dari Bank Dunia dan ADB dengan jenis data deret waktu. Hasil yang
diperoleh menunjukkan fluktuasi emisi gas rumah kaca dan peningkatan jumlah
obligasi hijau setiap tahun, serta pertumbuhan ekonomi dan suku bunga yang relatif
stabil. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa PDB tidak memiliki dampak
signifikan terhadap kerusakan lingkungan, sedangkan variabel suku bunga dan
obligasi hijau memiliki dampak signifikan terhadap kerusakan lingkungan.
Description
Dosen Pembimbing Utama : Dr. Regina Niken Wilantari, S.E., M.Si.
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Ciplis Gema Qori’ah, S.E., M.Sc.
