Karakteristik Fisikokimia Pakan Ayam Pedaging Fase Starter Berbasis Bungkil dan Cangkang Maggot

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Ayam pedaging merupakan komoditas unggas dengan pertumbuhan cepat yang membutuhkan pakan dengan kualitas nutrisi yang memadai. Ketergantungan terhadap bahan baku pakan konvensional dan kebutuhan akan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan telah mendorong eksplorasi bahan pakan alternatif. Bungkil dan cangkang maggot yang berasal dari Black Soldier Fly (BSF) merupakan produk samping yang masih mengandung nutrien dan berpotensi besar sebagai bahan baku pakan. Penelitian ini menggunakan bungkil dan cangkang maggot sebagai bahan utama, yang ditambahkan dengan ikan tongkol afkir dan minyak jelantah, untuk memformulasi pakan ayam pedaging fase starter. Empat perlakuan yang dievaluasi meliputi: P0 (pakan komersial CP 511 Crumble sebagai kontrol), P1 (50% bungkil maggot dan 20% cangkang maggot), P2 (45% bungkil maggot dan 25% cangkang maggot), dan P3 (40% bungkil maggot dan 30% cangkang maggot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan termasuk dalam kategori partikel halus, dengan nilai Modulus of Fineness (MF) berkisar antara 1,88–2,23. Nilai kecerahan (L*) berada pada rentang 55,65–58,49, yang tidak menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan. Intensitas aroma khas berkisar antara 2,60–3,37, sedangkan tingkat ketengikan sebesar 1,70–1,83, yang menunjukkan karakteristik dari tidak tengik hingga sedikit tengik. Kadar air, protein, dan lemak berturut-turut adalah 5,28–5,38%, 31,35–32,68%, dan 19,09–21,19%. Variasi formulasi memberikan pengaruh nyata terhadap kadar protein (p = 0,001) dan lemak (p = 0,012), sedangkan parameter lainnya tidak berbeda nyata antarperlakuan. Berdasarkan metode De Garmo, P2 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai hasil (NH) tertinggi sebesar 0,594.

Description

Finalisasi Maya_06 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By