Proses Pembuatan Hidrogel Berbasis Pati Sagu Termodifikasi Heat Moisture Treatment (HMT) Sebagai Slow Release Fertilize
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Permasalahan yang banyak ditemui pada industri pertanian adalah nitrogen dari
urea yang hilang sebelum diserap oleh tanaman karena tanaman dan tanah berkompetisi
dalam menyerap nutrisi dari pupuk, sehingga menyebabkan penyerapan nutrisi yang
kurang efisien oleh tanaman. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah
pelapisan (enkapsulasi) pupuk dalam bentuk hidrogel sebagai pupuk lepas lambat atau
slow release fertilizer (SRF). Hidrogel dibuat dari pati sagu alami dan pati sagu
termodifikasi HMT dengan variasi N,N’-Metilenbisakrilamida (MBA) sebagai agen
pengikat silang dengan variasi penambahan 2; 2,5; 3; 3,5; 4; dan 4,5%. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui karakteristik pati sagu alami dan termodifikasi HMT,
pengaruh penambahan pati sagu alami dan termodifikasi HMT sebagai backbone
dalam pembuatan produk hidrogel SRF, dan pengaruh penambahan agen pengikat
silang MBA terhadap karakteristik hidrogel. Hasil menunjukkan sagu termodifikasi
HMT lebih baik daripada pati sagu alami sebagai backbone pupuk lepas lambat karena
peningkatan kapasitas pembengkakan, peningkatan kekuatan gel, efisiensi kapasitas
retensi air terhadap tanah, stabilitas termal, peningkatan kristalinitas, dan efisiensi
pelepasan urea. Hidrogel SRF paling optimal adalah hidrogel SRF pati sagu
termodifikasi HMT dengan penambahan agen pengikat silang MBA 4% menghasilkan
kapasitas pembengkakan 1007,11%, fraksi gel 37,76%, retensi air tersisa 37,75%
setelah 30 hari dan 87,49% urea yang dilepaskan selama 30 hari.
Description
Reupload Repositori File 26 Mei 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 11 Juni 2026_Kurnadi
