Seleksi Massa Positif 12 Galur Kedelai Glycine Max (L) Merrill Hasil Persilangan Kultivar Wilis dengan Ocumani pada Musim Kering Kedua
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Peningkatan produktifitas kedelai dapat diupayakan melalui program
pemuliaan, Salah satunya dengan melakukan seleksi dari tanaman yang
diharapkan. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan
metode seleksi massa. Seleksi massa merupakan seleksi tanaman yang sama
penampilannya (fenotipc), kemudian tanaman yang sama itu benihnya digabung.
Percobaan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memperoleh galur terbaik dari
gcnotipe 482 melalui seleksi massa positif, Percobaan dilakukan di lahan
Politeknik Negeri Jember mulai pertengahan bulan Mei 2003 sampai dengan
bulan Agustus 2003,
Rancangan percobaan yang dilakukan adalah RAK dengan 12 pcrlakuan
dan 3 ulangan yang kemudian dilanjutkan dengan perhitungan ragam, simpangan
baku, heritabilitas, respon seleksi dan uji Scott-Knott.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil analisa sidik ragam untuk
semua sifat agronomis berbeda tidak nyata, sedangkan hasıl pendugaan
keragaman genetik dengan koefisien keragaman luas hanya terdapat pada berat
biji per petak. Nilai pendugaan heritabilitas sedang dan respon seleksi tinggi
hanya terdapat pada berat biji per petak sedangkan sifat agronomis yang lain
memiliki kriteria rendah. Hal ini menunjukkan bahwa hanya pada sifat agronomis tersebut (berat biji per petak) perbaikan sifat pada keturunannya mudah dilakukan.
Hasil uji Scott-Knott untuk semua sifat tidak dapat dipisahkan dalam
kelompok tertentu. Setiap galur menunjukkan adanya kemajuan genetik dilihat
dari nilai positif pada respon seleksi observasi. Dan kecenderungan galur yang
terbaik adalah galur L jika dilihat dari nilai rata-rata berat biji.
Description
Reupload file repository 6 April 2026_Rudy/Halima
