Kesehatan Mental Pada “Janda Usia Sekolah (JUS)” di Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

“Janda Usia Sekolah (JUS)” merupakan julukan baru bagi wanita usia sekolah yang telah mengalami perceraian baik disebabkan cerai hidup maupun cerai mati. Perceraian berdampak traumatis yang dapat mengubah perilaku janda. Perilaku yang muncul sebagai bentuk pengalihan yaitu perilaku adaptive dan maladaptive. Perilaku tersebut muncul akibat adanya pemicu yang kuat sehingga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mentalnya. Perceraian berdampak terhadap kesehatan mental janda diantaranya rasa kesepian, kecemasan, stress, dan depresi. Tujuan penelitian ini menggambarkan kesehatan mental pada JUS di Kabupaten Jember. Peneliti menganalisis aspek antecedent atau pemicu perilaku JUS, menganalisis aspek behavior atau perilaku adaptive dan maladaptive JUS, serta menganalisis aspek consequences yang dialami oleh JUS terhadap kesehatan mentalnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Jember pada bulan Maret - Mei 2025 dengan 5 orang informan utama (IU) dan 6 orang informan tambahan (IT). Proses penentuan informan dipilih melalui teknik snowball sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi partisipasi pasif. Triangulasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic content analysis. Penelitian ini telah melakukan uji etik dengan No. 2990/UN25.8/KEPK/DL/2025. Penelitian ini menggunakan teori ABC menurut Notoatmodjo (2014) yang ketiga aspeknya saling berinteraksi. Antecedent dalam penelitian ini, yakni antecedent alami berupa usia dan tingkat pendidikan, serta antecedent terencana berupa perceraian dan stigma janda. Behavior dalam penelitian ini, yakni perilaku adaptive dan perilaku maladaptive. Temuan perilaku adaptive dalam penelitian ini, yakni semua informan melakukan emotion focused coping dan 2 informan melakukan problem focused coping. Bentuk problem focused coping yang dilakukan yakni bekerja oleh IU1 dan IU3. Bentuk emotion focused coping yang dilakukan yakni penerimaan diri oleh IU1, IU3, dan IU5; bercerita oleh IU1, IU2, dan IU3; serta religios coping seperti tilawah oleh IU2 dan tadarus oleh IU4. Temuan perilaku maladaptive dalam penelitian ini, yakni isolasi diri oleh IU1, IU2, IU4, dan IU5; bergantung kepada orang tua oleh IU1 dan IU2; berperilaku impulsif oleh IU5; serta self-harm oleh IU2, ideasi self-harm oleh IU1 dan IU3, juga percobaan bunuh diri oleh IU5. Terdapat temuan baru bentuk perilaku maladaptive yang dilakukan yakni menyindir di media sosial oleh IU3. Consequences dalam penelitian ini, yakni consequences positif dan negatif. Consequences positif yakni sadar terhadap potensi diri seperti IU1 dan IU3; mampu mengatasi stress seperti IU1, IU2, dan IU3; berkontribusi pada lingkungannya seperti IU2 dan IU3; serta hidup produktif seperti IU1 dan IU3. Consequences negatif yakni indikasi kesepian seperti IU1, IU4, dan IU5; indikasi kecemasan seperti IU1, IU2, dan IU4; semua informan utama terindikasi stress; serta indikasi depresi seperti IU1, IU3, dan IU5. Consequences yang dialami oleh JUS dapat menjadi antecedent kedua terjadinya perilaku berulang yakni menikah kembali atau terbentuknya perilaku baru yakni melanjutkan pendidikan, bekerja, dan tidak menikah kembali. Saran berdasarkan hasil penelitian ini bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember yakni melakukan upaya promotif dan preventif melalui kolaborasi lintas keilmuan dan pengabdian masyarakat mengenai dampak perkawinan anak sebagai bentuk penurunan angka JUS. Bagi DP3AKB Kab. Jember dan Dinas Pendidikan Kab. Jember yakni bekerja sama mengembangkan program khusus pendampingan psikososial bagi JUS yang terintergrasi dengan Program Kampung Bina PEKKA Berdaya dan bertujuan untuk memfasilitasi akses pendidikan serta mencegah consequences negatif secara berkelanjutan. Bagi peneliti selanjutnya yakni melakukan penelitian mengenai perubahan pola perilaku JUS sebelum dan setelah mengalami perceraian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara komprehensif sebagai data penguat dalam program terkait “Janda Usia Sekolah (JUS)” di Kabupaten Jember.

Description

Reupload Repositori File 13 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By