Gambaran Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proses Pembuatan Tempe DI UD. Pantura Tahun 2024

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja perlu dicegah agar tidak mempengaruhi jalannya aktivitas usaha dan produktivitas pekerja. Risiko pekerjaan ini tidak hanya terjadi pada perusahaan besar namun juga dapat terjadi pada usaha berskala mikro, kecil, maupun menengah. Berdasarkan ILO (2020), kondisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor UMKM Indonesia tercermin dari rendahnya kesadaran dan inisiatif pelaksanaan K3 dan hanya 39% UMKM yang menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerjanya. UD. Pantura merupakan usaha pembuatan tempe dengan skala produksi besar dan mesin produksi yang lebih beragam dibandingkan dengan perajin tempe lain yang ada di wilayah Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Hasil studi pendahuluan terhadap proses pembuatan tempe dan lingkungan kerja di UD. Pantura menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja maupun gangguan kesehatan, di antaranya adalah penggunaan mesin yang bising dan bertekanan tinggi, air panas, kondisi lantai licin, lingkungan kerja lembab, asap pembakaran, postur janggal, dan stasiun kerja tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menggunakan metode HIRARC (Hazard Idntification, Risk Analysis, and Risk Control) pada proses pembuatan tempe di UD. Pantura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 10 orang terdiri atas pemilik dan pekerja UD. Pantura serta penanggungjawab POS UKK Puskesmas Dringu Probolinggo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2024. Variabel penelitian antara lain identifikasi bahaya, analisis dan evaluasi risiko, dan pengendalian risiko. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan brainstorming. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan proses pembuatan tempe yang terdiri atas 5 tahap yakni tahap pemecahan kedelai, pencucian kedelai, perebusan kedelai, peragian dan pengemasan, dan pencetakan tempe dengan analisis risiko yang mengacu pada matriks risiko yang telah ditetapkan. Hasil penelitian identifikasi bahaya menunjukkan bahwa terdapat 54 potensi bahaya pada proses pembuatan tempe di UD. Pantura dengan rincian bahaya fisik dan ergonomi masing-masing sebanyak 22 (40,8%), bahaya mekanis sebanyak 5 (9,2%), bahaya kimia 3 (5,5%), dan bahaya biologi sebanyak 2 (3,7%). Analisis risiko dan evaluasi menghasilkan kategori risiko risiko rendah sebanyak 15 (52%), risiko sedang sebanyak 8 (27%), dan risiko tinggi sebanyak 6 (21%). Tingkat risiko tinggi dengan kategori Not Acceptable antara lain keluhan muskuloskeletal berupa pegal pada bahu, leher, sakit punggung, nyeri lutut dan betis, gejala kutu air (gatal gatal, kulit pecah-pecah atau terkelupas), kepanasan dan biang keringat (heat rash), kulit melepuh akibat terpercik atau tersiram air panas, ledakan ketel uap, batuk batuk dan gangguan pernapasan akibat asap dan abu yang menyebar di area kerja. Pemilik usaha telah melakukan pengendalian terhadap beberapa potensi bahaya yang ada, seperti menyediakan air minum bagi pekerja, memasang safety valve pada ketel uap, menggunakan cerobong untuk mengurangi penyebaran asap, dan penyediaan sepatu boots untuk melindungi kaki pekerja. Rekomendasi pengendalian risiko dengan mempertimbangkan prinsip ALARP dilakukan pada risiko dengan kategori Not Acceptable khususnya pada bagian pencucian kedelai, perebusan, dan pencetakan. Adapun pengendalian bahaya dilakukan dengan memberi kipas angin di area kerja dekat tungku, memasang poster edukasi tentang bahaya K3 dan sikap kerja yang baik, perawatan dan pengecekan rutin kondisi mesin, mengatur ulang tata letak ruangan dan desain stasiun kerja yang tidak ergonomis, serta melengkapi penyediaan APD bagi pekerja.

Description

Reupload file repository 25 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By