Peran Support Group dalam Mendukung Psikologis ODHA
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) adalah individu yang hidup dengan virus HIV
dalam tubuhnya dan menghadapi berbagai tantangan baik secara fisik, sosial, maupun
psikologis. Di antara ketiganya, dampak psikologis merupakan salah satu yang paling
kompleks dan sulit ditangani karena berkaitan langsung dengan kondisi mental, emosi, dan
penerimaan diri. Dampak psikologis tersebut muncul akibat stigma sosial, diskriminasi,
ketakutan akan penolakan, hingga isolasi sosial yang menyebabkan ODHA kerap kali
merasa rendah diri, cemas, bahkan depresi. LSM Laskar di Jember merupakan organisasi
sosial yang aktif mendampingi dan memberdayakan ODHA melalui berbagai program,
salah satunya adalah pembentukan support group. Support group merupakan kelompok
dukungan sesama ODHA yang bertujuan untuk memberikan ruang aman berbagi,
meningkatkan rasa saling percaya, serta membangun kembali harga diri para anggotanya.
Kelompok ini diharapkan mampu menjadi sarana dalam mengurangi tekanan psikologis
yang dialami oleh ODHA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran support
group dalam mendukung psikologis ODHA di LSM Laskar Jember. Pendekatan yang
digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan
informan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari anggota support group ODHA,
keluarga ODHA, serta pengurus LSM Laskar. Teknik analisis data menggunakan model
Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Untuk menjaga validitas data, digunakan triangulasi teknik dan triangulasi
sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa support group memiliki peran penting dalam
memberikan dukungan emosional (misalnya dengan mendengarkan dan memahami kondisi
satu sama lain), dukungan informasional (melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman
tentang pengobatan dan perawatan), dan dukungan instrumental (dengan saling membantu
dalam kebutuhan sehari-hari). Melalui interaksi rutin dalam kelompok, ODHA merasa
tidak sendiri dan lebih termotivasi untuk menjalani pengobatan serta menerima kondisi
dirinya secara positif.Anggota support group juga merasakan peningkatan kepercayaan diri, rasa
optimisme, dan semangat hidup. Lingkungan yang suportif dalam kelompok menjadi
tempat aman bagi ODHA untuk mengekspresikan perasaan, membagi pengalaman pahit,
dan mendapatkan dorongan moral. Selain itu, keberadaan keluarga yang memahami serta
peran aktif pengurus LSM dalam memberikan pendampingan turut memperkuat proses
pemulihan psikologis para ODHA. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa support
group berperan sebagai ruang pemulihan psikologis yang efektif bagi ODHA dalam
menghadapi dampak sosial dan emosional dari status HIV yang mereka sandang. Peran ini
tidak hanya bersifat fungsional tetapi juga strategis dalam meningkatkan kualitas hidup
ODHA dan membantu mereka berfungsi kembali secara sosial. Penelitian ini diharapkan
dapat menjadi referensi bagi lembaga sosial lain dalam mengembangkan model
pendampingan berbasis komunitas yang lebih humanis dan memberdayakan.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 09
