Analisis Profil Respon Sensor Gas Array Terhadap Kopi Robusta Kabupaten Jember Menggunakan Electronic Nose
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas utama yang dihasilkan
oleh Indonesia. Kopi yang ditanam di Indonesia terdapat dua jenis, yaitu jenis
kopi Robusta dan kopi Arabika. Kabupaten Jember mayoritas membudidayakan
kopi jenis Robusta, baik perkebunan yang dimiliki oleh PT. Perkebunan
Nusantara XII maupun perkebunan yang dimiliki rakyat. Perkebunan kopi ini
tersebar di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Panti (kebun Panti dan
Argopuro), Arjasa (kebun Rayap), Silo (kebun Klon Percobaan Kaliwining,
Silosanen dan Garahan), Ledokombo (kebun Ledokombo), dan di perbatasan
Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuangi (kebun Gunung gumitir). Aroma
dan rasa pada kopi setiap daerah berbeda, bahkan setiap kebun berbeda. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu tanah (jenis dan pemberian pupuk),
intensitas cahaya, ketinggian kebun dari permukaan laut dan suhu lingkungan.
Aroma kopi yang dihasilkan dari berbagai kebun tersebut dapat diketahui
profilnya melalui respon gas sensor array.
Penelitian ini dilakukan di laboratorium Kimia Analitik jurusan
kimia FMIPA UNEJ. Delapan kebun kopi Robusta Kabupaten Jember yang
digunakan sebagai sampel sebanyak lima gram dipanaskan pada suhu 50
sehingga menghasilkan aroma kopi. Aroma kopi kemudian terdeteksi oleh sensor
array yang terdiri dari lima jenis sensor MQ yaitu MQ-135, MQ-2, MQ-3, MQ-6
dan MQ-7. Pengukuran dilakukan pada udara bebas sebagai baseline kemudian
sampel kopi masing-masing kebun. Hasil respon sensor array dari pengukuran
aroma kopi ditampilkan dalam software Labview berupa tegangan lawan waktu.
Data dari nilai tegangan kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel sehingga
mendapatkan pola respon, kemudian diolah kembali menggunakan software
SENSAM Instrument dan ANOVA. Klasifikasi menggunakan analisis PCA ini
bertujuan untuk membedakan asal dari biji kopi tersebut, Analisis menggunakan
ANOVA single factor dilakukan untuk mengetahui perbedaan antar kebun
signifikan atau tidak. Pola respon dihasilkan dari selisih respon sensor sampel dan
respon sensor udara bebas. Pola respon dari delapan kebun kopi Robusta
kabupaten Jember dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu kelompok
pertama (kebun Garahan), kedua (kebun Gunung gumitir dan Rayap), ketiga
(kebun Ledokombo, Klon percobaan kaliwining, dan Silosanen), keempat (kebun
Argopuro), dan kelima (kebun Panti). Hasil dari analisis PCA adalah kelompok
pertama (kebun Garahan), kelompok kedua (kebun Gunung gumitir dan Rayap),
kelompok ketiga (kebun Ledokombo, Klon percobaan kaliwining, dan Silosanen),
kelompok keempat (kebun Argopuro), dan kelompok kelima (kebun Panti) dapat
dikelompokkan dengan baik. Hasil analisis ANOVA adalah kelompok kedua
(kebun Gunung gumitir dan Rayap) tidak berbeda signifikan, kelompok ketiga
(kebun Ledokombo, Klon percobaan kaliwining, dan Silosanen) tidak berbeda
signifikan dan kebun (Argopuro dan Panti) juga tidak berbeda signifikan. Kinerja
sensor bersifat baik dalam pengukuran repeatibility yang dapat dilihat dari nilai
%RSD.
Description
Reupload Repositori File 05 Mei 2026_Kholif Basri
Finalisasi Repositori File 12 Mei 2026_Kurnadi
