Hubungan Health Literacy dengan Kejadian Low Back Pain pada Nelayan di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Nyeri punggung bagian bawah atau Low Back Pain (LBP) menjadi salah satu keluhan pada gangguan muskuloskeletal. Nelayan menjadi salah satu pekerjaan yang dapat memicu terjadinya low back pain. Nelayan memiliki risiko terhadap masalah psikososial akibat tingginya tuntutan pekerjaan, tempat kerja yang kurang aman, serta ketakutan akan kehilangan pekerjaannya. Nelayan umumnya memiliki waktu kerja yang lama yaitu 12-16 jam per harinya, sehingga memiliki risiko ergonomis pada tulang belakang karena adanya paparan kerja dalam membawa beban berat maupun postur tubuh yang buruk. Kondisi ini dapat menyebabkan cedera regangan berulang maupun masalah muskuloskeletal akibat pekerjaan. Selain itu, menyebabkan kurangnya kesempatan nelayan untuk mengakses dan mendapatkan pelayanan kesehatan, sehingga mengakibatkan nelayan memiliki kurangnya informasi kesehatan, bagaimana menerapkan kesehatan yang baik, kurangnya menilai informasi kesehatan, sehingga berdampak terhadap rendahnya tingkat health literacy nelayan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menganalisa hubungan health literacy dengan kejadian low back pain pada nelayan di Desa Puger Wetan, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan crosssectional dengan teknik non probability sampling dengan cara purposive sampling. Sampel dihitung menggunakan rumus slovin dan menghasilkan sebanyak 107 sampel. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu nelayan yang tinggal di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, pernah memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan, dan yang bersedia menjadi responden. Kemudian, yang menjadi kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah nelayan yang memiliki riwayat nyeri punggung akibat fraktur maupun kelainan pada punggung lainnya akibat trauma serta nelayan yang mengundurkan diri menjadi responden ketika pengambilan data. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner HLS-EU-16Q-Indonesia (European Health Literacy Study) untuk mengukur tingkat health literacy dan kuesioner The Pain and Distress Scale untuk mengukur kejadian low back pain. Analisis yang digunakan adalah Kendall Tau-b dengan signifikansi >0,05. Hasil penelitian menunjukkan pada health literacy, mayoritas nelayan di Desa Puger Wetan mengalami inadequate health literacy, kejadian low back pain paling banyak dialami oleh nelayan adalah kategori low back pain tinggi. Hasil analisa data menggunakan uji Kendall Tau-b didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara health literacy dengan kejadian low back pain pada nelayan dengan keeratan hubungan sangat lemah dengan korelasi negatif (p-value <0,05; r= -0,189) yang berarti semakin rendah health literacy, maka akan semakin tinggi kejadian low back pain. Dalam health literacy terdapat beberapa aspek yang meliputi pengetahuan, motivasi, dan kompetensi. Salah satu aspek tersebut, yaitu pengetahuan menjadi faktor risiko terjadinya low back pain yang dimana kurangnya pengetahuan menjadi risiko peningkatan kejadian LBP. Pengetahuan yang kurang menyebabkan nelayan tidak mengetahui bagaimana melakukan pencegahan terhadap faktor risiko LBP. Kondisi ini menyebabkan bahaya yang dapat ditimbulkan dari pekerjaan tidak diperhatikan oleh nelayan, sehingga berpengaruh terhadap kondisi tubuhnya. Nelayan secara terus menerus akan melakukan aktivitas yang dapat memicu timbulnya nyeri punggung bawah ketika bekerja karena kurangnya pengetahuan tersebut, sehingga risiko mengalami masalah LBP sangat tinggi. Berdarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara health literacy dengan kejadian low back pain pada nelayan di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Dukungan perawat menjadi hal yang penting dengan memberikan informasi yang cukup akan kesehatan, termasuk bagaimana beraktivitas yang baik ketika bekerja. baik ketika bekerja, sehingga dapat meminimalisir adanya faktor risiko yang dapat menyebabkan low back pain.

Description

Reuploud file repositori 2 Feb 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By