Perencanaan Ulang Peredam Energi Bendungan Meninting dI Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat
| dc.contributor.author | Krisna Wibowo | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-09T02:04:12Z | |
| dc.date.issued | 2024-01-15 | |
| dc.description | Reupload file repository 9 februari 2026_agus/feren | |
| dc.description.abstract | Jenis material pada dasar sungai dan morfologi sangat mempengaruhi pemilihan jenis peredam energi. Pada Bendungan Meninting menggunakan peredam energi jenis loncatan. Peredam energi jenis loncatan memiliki efektivitas lebih rendah dibandingkan dengan peredam energi jenis lainnya. Jenis ini cocok untuk sungai yang memiliki dasar kokoh. Loncatan air yang terjadi tidak sempurna menyebabkan olakan-olakan pada aliran hilirnya yang memicu terjadinya gerusan pada dasar hilir. Hal ini dapat mempengaruhi kestabilan alur sungai dan bisa merusak tebing sungai. Hal ini yang menjadi dasar untuk merencanakan ulang Peredam Energi Bendungan Meninting. Pada perencanaan ulang akan menggunakan peredam energi jenis kolam olak, karena pada jenis kolam olak peredaman energi memanfaatkan gesekan antar molekul-molekul air di dalam kolam olak. Kolam olak dilengkapi oleh blok-blok pemecah di bagian ujung hulu dan ambang bergerigi di bagian ujung hilir. Blok-blok pemecah aliran berguna untuk meningkatkan efektivitas peredaman, sedangkan ambang bergerigi berguna untuk menstabilkan loncatan hydrolis dalam kolam olak. Kolam olak sendiri terbagi lagi menjadi beberapa tipe yaitu, USBR I, USBR II, USBR III, dan USBR IV. Untuk menentukan tipe kolam olak yang digunakan perlu dilakukan analisa hidrolis terlebih dahulu. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan maka peredam energi jenis kolam olak yang sesuai kriteria adalah kolam olak tipe USBR II dengan hasil perhitungan nilai debit satuan (q) = 31,32 m3/dtk dan nilai bilangan Froude (Fr) sebesar = 5,39, termasuk jenis aliran super kritis. Dan didapatkan desain panjang kolam olak (L) = 42,50 m, lebar kolam olak (b) = 1 m, tinggi dinding kolam olak = 14 m, lebar blok saluran (w1) = 1,51 m, tinggi blok saluran (h1) = 1,51 m, jarak antar blok saluran (s1) = 1,51 m, jumlah blok saluran (n1) = 4 buah, lebar blok ambang (w2) = 1,62 m, tinggi blok ambang (h2) = 2,16 m, jarak antar blok ambang (s2) = 2,62 m, jumlah blok ambang (n2) = 4 buah. Dari perhitungan stabilitas bangunan, hasil analisa menunjukkan bahwa desain yang direncanakan telah memenuhi persyaratan stabilitas. Baik yang ditinjau dari stabilitas terhadap guling, terhadap geser dan terhadap daya dukung tanah, semua menunjukkan bahwa bangunan aman pada kondisi muka air normal maupun kondisi muka air banjir. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ir. Wiwik Yunarni Widiarti, S.T., M.T., DPA: Retno Utami Agung Wiyono, S.T., M.Eng, Ph.D., | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2187 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | fakults teknik | |
| dc.subject | peredam energi | |
| dc.subject | baskom penenang | |
| dc.title | Perencanaan Ulang Peredam Energi Bendungan Meninting dI Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat | |
| dc.type | Other |
