Perbadingan Efektivitas Kulit Bawang Merah dengan Vitamin C Terhadap Kerusakan Epitel Trakea Tikus yang Terpapar Asap Rokok
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Menurut laporan Word Health Organization (WHO) pada tahun 2023
sebanyak delapan juta orang meninggal setiap tahunya akibat asap rokok. Asap
rokok mengandung radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif yang dapat
menyebabkan kerusakan epitel trakea melalui kehilangan silia dan penebalan epitel.
Stres oksidatif dapat dinetralisir dengan adanya penambahan antioksidan. Bawang
merah (Allium cepa L.) diketauhi mengandung flavonoid utama jenis kuersetin,
antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas. Maka dari itu, tujuan
penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas kulit bawang merah
dengan vitamin C terhadap kerusakan epitel trakea tikus yang terpapar asap rokok.
Penelitian ini merupakan true experimental post test only control group
design dengan metode simple random sampling pada 20 hewan coba tikus Wistar
jantan (Rattus norvegicus) berusia 8-10 minggu yang terbagi menjadi empat
kelompok, yaitu kelompok normal dan tiga kelompok yang diberikan paparan asap
rokok. Tikus pada kelompok normal diberikan udara bebas dan aquadest
10mL/kgBB. Kelompok yang diberikan paparan asap rokok terdiri dari kelompok
asap rokok (aquadest 10mL/kgBB), kelompok vitamin C (25mg/kgBB), dan
kelompok IKBM (1000 mg/kgBB). Pemberian aquadest, vitamin C dan IKBM per
oral dengan teknik sonde yang diberikan 2 jam sebelum paparan asap rokok.
Perlakuan dilakukan selama 30 hari dan dilakukan terminasi pada hari ke-31,
dilanjutkan dengan pengambilan organ trakea, serta pembuatan preparat histopatologi dengan pewarnaan HE. Pengamatan preparat dilakukan menggunakan
mikroskop Leica DM500 dan Optilab Sigma dengan perbesaran 400x pada lima
lapang pandang. Ketebalan epitel trakea dan kehilangan silia diukur menggunakan
perangkat lunak ImageJ.
Description
Reaploud Repository February_agus
