Pengaruh Karakteristik ENSO (El Niño–Southern Oscillation) terhadap Curah Hujan di Kabupaten Nganjuk

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik curah hujan di Kabupaten Nganjuk pada fase normal, fase La Niña, dan fase El Niño selama periode sepuluh tahun (2013–2022). Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan memanfaatkan data curah hujan sekunder dari 45 stasiun penakar hujan di Kabupaten Nganjuk, serta data indeks Oceanic Niño Index (ONI) dari NOAA. Analisis hubungan statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena ENSO berpengaruh nyata terhadap variabilitas curah hujan di Kabupaten Nganjuk, di mana fase El Niño memicu penurunan curah hujan, sementara fase La Niña memicu peningkatan curah hujan. Selama periode pengamatan, kondisi ENSO normal/netral paling stabil terjadi pada tahun 2013 dengan anomali suhu muka laut (SST) berkisar antara −0,4 °C hingga −0,2 °C, menghasilkan pola hujan musiman yang stabil. Fase El Niño terkuat tercatat pada periode 2015–2016 dengan nilai ONI mencapai +2,6 (kategori sangat kuat), yang diperparah oleh fenomena IOD positif sehingga mengakibatkan kekeringan meteorologis yang parah. Sebaliknya, fase La Niña terlama terjadi pada periode 2020–2022 (triple-dip La Niña) yang menyebabkan musim hujan berlangsung lebih panjang dan meningkatkan risiko banjir. Hasil uji korelasi Spearman secara umum menunjukkan hubungan negatif antara ONI dan curah hujan lokal. Terdapat 14 stasiun hujan yang memiliki hubungan signifikan pada taraf signifikansi 0,05, antara lain Stasiun Tempuran, Bangle, Sumber Kepuh, Gondang, Sawahan, Sekar Pundak, Gunung Krikil, Sumber Sono, Dingin, Ngasem, Sumber Kemiri, Sumber Soko, Ngudikan, dan Glatik. Stasiun Ngasem menunjukkan nilai korelasi tertinggi sebesar −0,212 dikuti Stasiun Gondang sebesar −0,206. Tingginya sensitivitas di wilayah Ngasem dipengaruhi oleh posisi geografisnya yang berada pada kawasan dataran monsunal terbuka di bawah pengaruh topografi Pegunungan Wilis, serta minimnya gangguan hujan orografis lokal yang kompleks.

Description

Finalisasi Maya_19 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By