Redesain Mesin Uji Fatigue Rotary Bending
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas teknik
Abstract
Pengujian fatik merupakan aspek krusial dalam rekayasa material dan
desain komponen, terutama untuk aplikasi yang melibatkan beban dinamis atau
siklik. Material dan komponen yang terpapar beban berulang dapat mengalami
kegagalan fatik pada tegangan di bawah kekuatan luluh statisnya, sehingga
pemahaman tentang perilaku fatik material menjadi sangat penting untuk
memastikan keamanan dan keandalan struktur. Mesin uji fatik yang ada seringkali
dirancang dengan konfigurasi transmisi daya yang bervariasi, salah satunya adalah
penggunaan poros fleksibel sebagai penghubung antara motor penggerak dan
mekanisme penjepit spesimen (chuck). Namun, penggunaan poros fleksibel dalam
konteks mesin uji fatigue rotary bending dapat menimbulkan beberapa tantangan
signifikan yang berpotensi mempengaruhi akurasi dan keandalan hasil pengujian.
Perancangan ulang berfokus pada penyatuan poros motor dan poros
pencekam menjadi satu sumbu/segaris. Mesin ini dirancang dengan komponen inti
meliputi motor penggerak, sensor penghitung putaran untuk memantau jumlah
siklus pengujian, dan sistem penghubung daya yang menyalurkan putaran motor ke
pencekam menggunakan kopling fleksibel. Perancangan fleksibel kopling ini telah
menghasilkan desain yang kokoh dan fungsional, mampu menjadi penghubung
yang andal antara poros motor/chuck dengan kopling ban karet
Pengujian fungsi dilakukan dengan material aluminium 6061 T6 mengikuti
ukuran Standar ISO 1143 dengan tegangan lentur masing-masing 280 MPa, 225
MPa, 170 MPa, 100 MPa, 70 MPa. Hasil pengujian pada tegangan lentur tertinggi
dan terendah masing-masing ± 100.000 – 1.000.000 lebih jumlah siklusnya. Hasil
redesain mesin dinilai berhasil, karena berbeda jauh dengan hasil pengujian mesin
sebelumnya yang menggunakan material spesimen yang sama dengan jumlah siklus
tidak lebih dari 300 siklus.
Description
Reupload file repository 9 februari 2026_agus/feren
