Analisis kinerja keuangan perusahaan sub sektor hotel dan fasilitas rekreasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Sub sektor hotel dan fasilitas rekreasi merupakan bagian yang penting dari industri pariwisata, yang mengalami perubahan besar akibat dari pandemi COVID-19. Tahun 2018 adalah masa pertumbuhan sektor pariwisata yang mana sebagai penyumbang devisa terbesar negara. Bali merupakan destinasi wisata yang diunggulkan oleh pemerintah. Penurunan wisatawan mancaranegara terjadi pada tahun 2019, sedangkan wisatawan domestik meningkat dengan diimbangi tingginya mobilitas masyarakat. Pandemi pada tahun 2020 melanda yang menyebabkan jumlah wisatawan anjlok secara drastis dan juga banyak hotel, tempat rekreasi, serta agen-agen perjalanan yang menghentikan operasi sehingga menyebabkan kerugian yang besar. Tahun 2021 termasuk tahun pemulihan, tetapi sektor pariwisata masih dalam tekanan dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang tergolong kecil. Pemulihan kunjungan wisatawan terjadi pada tahun 2022 secara berangsur, tetapi lebih cepat wisatawan domestik dibanding dengan wisatawan mancanegara.
Kinerja keuangan yaitu suatu gambaran kondisi keuangan pada perusahaan yang di analisis, sehingga dapat mengetahui tingkat kekuatan dan kelemahan keuangannya. Analisis kinerja keuangan bertujuan untuk menilai kesehatan keuangan pada perusahaan, membantu manajemen untuk mengambil keputusan, memberikan informasi untuk pihak eksternal, dan mengevaluasi tingkat efisiensi serta efektivitas. Alat untuk mengukur kinerja keuangan sering disebut dengan rasio keuangan. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rasio likuiditas menggunakan rasio lancar (current ratio) yang bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan pada kewajiban jangka pendeknya. Rasio solvabilitas menggunakan rasio utang terhadap aset (debt to assets ratio) yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang. Rasio profitabilitas menggunakan rasio pengembalian
viii
investasi (return on investment) yang bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan pada laba yang dihasilkan, dan rasio aktivitas menggunakan rasio perputaran piutang (receivable turnover) yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan untuk memanfaatkan asetnya. Kinerja sub sektor hotel dan fasilitas rekreasi sangat dipengaruhi dengan faktor eksternal seperti situasi pariwisata dan perekonomian dunia, khususnya sepanjang pandemi covid-19.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh dari laman Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id. Populasi yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 20 perusahaan dengan 14 sampel perusahaan yang dapat digunakan peneliti untuk kajian penelitian selama 5 tahun yaitu periode 2018-2022.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang nilainya berfluktuasi, dan dibawah nilai rata-rata industri. Hasil dari rasio lancar hanya terdapat lima perusahaan yang mencapai nilai rata-rata industri, sedangkan hasil dari rasio utang terhadap aset terdapat enam perusahaan yang mencapai nilai rata-rata industri. Hasil dari rasio pengembalian investasi terdapat delapan perusahaan yang mencapai nilai rata-rata industri, sedangkan pada rasio perputaran piutang lima perusahaan yang mencapai nilai industri
Description
Reupload file repository 6 Mei 2026_Ratna
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 9 Juni 2026
