Kajian Penerapan Inovasi Teknologi Tepat Guna terhadap Pendapatan Usahatani Buah Naga di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi

dc.contributor.authorNingrum Aprianti
dc.date.accessioned2026-06-06T21:59:25Z
dc.date.issued2024-07-25
dc.descriptionReupload file repository 4 Juni 2026_Ratna :: Finalisasi Repositori File 7Juni 2026_Kurnadi
dc.description.abstractBuah naga memiliki prospek yang cerah dalam sektor pertanian hasil analisis finansial dengan kriteria investasi bahwa layak untuk dikembangkan. Usahatani merupakan segala upaya yang dilakuan dalam bidang pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperbaiki taraf hidup para petani dengan menggunakan tenaga kerja, modal sumber daya alam dan ketrampilan yang dimiliki. Biaya usahatani, biaya merupakan salah satu input produksi yang sangat krusial dalam bidang pertanian terdapat beberapa jenis biaya seperti biaya variabel, biaya tetap dan biaya total. Penerimaan usahatani, penerimaan merupakan nilai yang dihasilkan dari pengalian antara jumlah produksi dan harga. Penerimaan bisa dikatakan sebagai penghasilan kotor dari suatu penerimaan. Pendapatan usahatani, pendapatan adalah nilai yang diperoleh dari selisih antara penerimaan dan biaya total produksi. Keuntungan atau kerugian yang dialami pada usahatani dapat dilihat dari pendapatan. Metode penentuan daerah penelitian yang digunakan adalah motode yang disengaja atau purposive method. Daerah yang senga dipilih adalah kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Metode Penelitian yang digunakan memiliki sifat kuantitatif yang terbagi menjadi metode analitik dan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi tiga yaitu studi pustaka, observasi, dan wawancara. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Snowball Sampling. Metode ini merupakan metode pengambilan sampel yang didasarkan paada kegiatan keroespondensi atau wawancara. Metode analisis data yang digunakan menjawab rumusan masalah pertama adalah metode analisis pendapatan definisi data. Definisi operasional terdiri dari biaya total, biaya tetap, biaya variabel, penerimaan, jumlah produksi, jumlah produksi, harga, pendapatan dan AVC. Inovasi tepat guna pada petani buah naga dilakukan dengan cara penerangan lampu pada saat tidak musim dan dihasilkan panen dengan harga tinggi sehingga petani mendapatan pendapatan yang tinggi pula. Tingkat pendapatan petani buah naga yang menggunakan lampu di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi diperoleh sebesar Rp. 30.193.582 dan tingkat pendapatan buah naga petani non lampu di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi diperoleh sebesar Rp. 19.383.056. Didapatkan nilai sig (.2-tailed) sebesar 0,354 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata antara pendapatan petani buah naga yang menggunakan lampu dan non lampu di kabupaten Banyuwangi.
dc.description.sponsorshipDPU : Rena Yunita Rahman, SP., MSi.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8175
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectBuah Naga
dc.subjectInovasi
dc.subjectTeknologi
dc.titleKajian Penerapan Inovasi Teknologi Tepat Guna terhadap Pendapatan Usahatani Buah Naga di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Ningrum Aprianti - 171510601006.pdf
Size:
1.59 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: