Hubungan Quick Of Blood Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Pgk Stadium V Yang Menjalani Hemodialisis di RSD Dr Soebandi Jember

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) stadium V merupakan tahap akhir penyakit ginjal yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) di bawah 60 mL/min/1,73 m² yang berlangsung secara progresif dan ireversibel selama minimal tiga bulan. Prevelensi PGK di Jawa Timur sebesar 0,3% dari total pasien PGK di Indonesia. Sebanyak 60% pasien PGK harus menjalani hemodialisis yang merupakan terapi utama pada PGK (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2021). Metode utama yang digunakan untuk menangani kondisi PGK adalah hemodialisis. Salah satu parameter yang memengaruhi efektivitas HD adalah quick of blood (QB), yaitu kecepatan aliran darah melalui mesin dialisis. Di RSD Dr. Soebandi Jember, banyak pasien memiliki QB di bawah batas minimum yang disarankan (200 mL/menit), yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup mereka. Kualitas hidup pada pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis didefinisikan sebagai persepsi individu mengenai kondisi kesehatan dan fungsi mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Kualitas hidup pasien hemodialisis dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, frekuensi dan lama menjalani terapi hemodialisis. Kualitas hidup ini mencakup dimensi kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan (WHO, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan QB dengan kualitas hidup pasien PGK stadium V yang menjalani HD di RSD Dr. Soebandi Jember. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer pada penelitian ini berasal dari QB yang diobservasi selama satu bulan dan hasil kuesioner WHOQOL-BREF yang mengukur kualitas hidup berdasarkan empat domain: fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan yang diambil menggunakan metode wawancara, sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berasal dari data yang diambil dari rekam medis. Responden dalam penelitian ini adalah pasien HD di RSD Dr. Soebandi Jember. Hasil analisis bivariat dengan uji Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara QB dan kualitas hidup pasien pada keempat domain: Domain Fisik (p = 0,236), Domain Psikologis (p = 0,990), Domain Sosial (p = 0,081), dan Domain Lingkungan (p = 0,554), di mana tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara QB dan kualitas hidup pasien HD di RSD Dr. Soebandi Jember. Meskipun QB penting untuk efektivitas HD, kualitas hidup pasien kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti durasi terapi, dukungan sosial, dan kondisi psikologis. Penelitian lebih lanjut perlu mempertimbangkan variabel tambahan seperti durasi hemodialisis, frekuensi sesi, dan kondisi komorbid untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

Description

Reupload Repositori File 12 Maret 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By