Pengaruh Konsentrasi Etanol Dan Waktu Ekstraksi Terhadap Kafein Dalam Kopi Tubruk Menggunakan Metode Sokletasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kafein merupakan senyawa yang termasuk jenis alkaloid yang tergolong methilxantin atau basa purin yang memiliki sifat psikoaktif. Kafein ini biasanya dikonsumsi karena berperan terhadap stimulan pada sistem saraf dan juga pada metabolisme tubuh. Kafein ini biasanya terdapat dalam berbagai jenis kopi dimana kandungan kafein dalam kopi berbeda-beda yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pada lokasi penanaman biji kopi, curah hujan, nutrisi pada tanah, umur tanaman dan lainnya. Kafein dalam kopi ini dapat diekstraksi dengan menggunakan metode ekstraksi yaitu ekstraksi sokletasi. Ekstraksi sokletasi merupakan metode ekstraksi yang bersifat konvensional yang tergolong kedalam ekstraksi padat-cair dengan proses pemanasan dimana dalam proses ekstraksi ini terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar ekstraksi berjalan dengan baik. Konsentrasi pelarut dan lama waktu ekstraksi sangat berpengaruh terhadap jumlah ekstrak kafein sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut dan lama waktu ekstraksi terhadap kadar ekstrak kafein dengan rancangan optimasi desain faktorial. Rancangan desain faktorial yang digunakan adalah 2 faktor dengan 3 level. Ekstraksi sokletasi didasarkan pada proses penyaringan sampel yang terjadi secara berulang-ulang sehingga penggunaan pelarut relatif sedikit. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi ialah etanol yang bersifat polar dimana sesuai dengan kafein yang memiliki sifat polar juga sehingga memiliki kemampuan dalam melarutkan atau menarik kafein. Variasi konsentrasi etanol yang digunakan adalah 50%, 70% dan 90%. Lama waktu ekstraksi dapat berpengaruh terhadap jumlah senyawa kafein yang terekstrak. Variasi waktu ekstraksi yang digunakan adalah dalam jumlah siklus yaitu 6, 9 dan 12 siklus. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kadar ekstrak kafein yang didapat pada penggunaan pelarut etanol 50% semakin meningkat dengan semakin banyaknya jumlah siklus ekstraksi yang digunakan. Namun, hasil kadar ekstrak kafein yang didapat pada penggunaan pelarut etanol 70% berbeda, yang mana semakin meningkat pada jumlah siklus ekstraksi 6 dan 9 sedangkan pada jumlah siklus ekstraksi 12 kadar ekstrak kafein yang didapat menurun. Hal sebaliknya terjadi pada penggunaan pelarut etanol 90%, dimana kadar ekstrak kafein yang didapat semakin menurun dengan semakin banyaknya jumlah siklus ekstraksi yang digunakan atau merupakan kebalikan hasil dari penggunaan pelarut etanol 50%. Berdasarkan rancangan optimasi desain faktorial, kadar ekstrak kafein yang tertinggi atau optimal dengan menggunakan ekstraksi sokletasi didapat pada penggunaan konsentrasi etanol 70% dengan jumlah siklus ekstraksi 9.
Description
Reupload Repositori File 27 Februari 2026_Kholif Basri
